BNPB: Sejak 1990 hingga 2010 Tak Ada Banjir di Sintang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 03:46 WIB
Kepala BNPB, Mayjen Suharyanto mengunjungi posko pengungsian korban Banjir Sintang, Sabtu (20/11). Ia turut menjelaskan jika banjir Sintang sudah mulai surut dengan ketinggian air 80 cm.
Banjir di Kabupaten Sintang (Foto: 20Detik/Fandi Akbar)
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto berkunjung ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kehadiran Suharyanto di Sintang itu untuk melihat perkembangan penanganan banjir dan memastikan agar penanganan tanggap darurat berjalan dengan baik.

"Kehadiran kami dari pusat ini karena peduli dengan Kabupaten Sintang. Kami juga sangat mengharapkan agar banjir di Kabupaten Sintang ini segera terselesaikan," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis BNPB, Sabtu (20/11/2021).

Dalam arahannya, Suharyanto meminta seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Sintang agar mempersiapkan rencana jangka pendek dan jangka panjang. Adapun rencana jangka pendeknya adalah penanganan darurat harus dapat dilaksanakan sesuai marwah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah memastikan kebutuhan seperti kebutuhan dasar logistik maupun peralatan bagi warga terdampak sudah tercukupi. Sebab, kata dia, keselamatan masyarakat adalah prioritas yang utama dalam penanggulangan bencana.

"Hal-hal dasar yang menjadi kebutuhan warga yang terdampak ini pemerintah daerah harus betul-betul memastikan ketersediaannya. Baik logistik maupun peralatan lain. Karena yang menjadi prioritas utama adalah jiwa masyarakat. Kita mengenal slogan bahwa hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat," ucap Suharyanto.

Di sisi lain, Suharyanto yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 meminta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan di tengah penanganan darurat banjir, khususnya dalam penanganan warga terdampak maupun penyintas lainnya.

Mantan Sesmilpres itu mengingatkan bahwa akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 diprediksi akan mengalami kenaikan kasus dengan adanya Hari Raya Natal dan peringatan tahun baru. Menurutnya, momentum tersebut dapat memicu terjadinya aktivitas masyarakat di luar ruangan dan munculnya kerumunan masyarakat.

"Protokol kesehatan tetap harus diperhatikan. Agar tidak terjadi kenaikan kasus," tegasnya.

Simak video 'Melihat dari Udara Banjir Sintang yang Melanda 12 Kecamatan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: