Ajakan dr Reisa: Jadikan 2022 Tahun Terakhir Pandemi di Indonesia

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 21:40 WIB
dr Reisa Broto Asrmoro
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat menjadikan 2022 sebagai tahun terakhir Indonesia berada dalam masa pandemi. Untuk mendukung upaya ini, masyarakat diharapkan dapat membantu percepatan vaksinasi dan turut menekan potensi munculnya gelombang ketiga pada liburan panjang akhir tahun 2021.

Ia mengatakan percepatan dan pemerataan vaksinasi memang masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam penanganan COVID-19. Selain terus memastikan pasokan vaksin aman, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk membantu tercapainya target 70% penduduk tervaksinasi pada akhir 2021.

dr Reisa menyebutkan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia akan vaksinasi COVID-19 membuat penyuntikan vaksinasi dapat mencapai rata-rata 2 juta dosis per hari.

"Hari ini bahkan sudah lebih dari 220 juta suntikan diberikan kepada masyarakat. Target WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa 40% warga divaksin lengkap di akhir tahun ini pun sudah dilewati," tutur dr Reisa dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Hal itu diungkapkannya melalui Keterangan Pers di Istana Kepresidenan yang ditayangkan oleh Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN secara virtual.

Meski demikian, ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki tugas mengejar pemerataan cakupan vaksinasi untuk menjangkau orang-orang yang paling membutuhkan, seperti kelompok lansia, penderita komorbid, penyandang disabilitas, populasi ibu hamil, dan juga anak-anak.

Kepada kelompok 88 juta orang yang sudah divaksin lengkap, ia mengajak untuk memastikan 45 juta orang lainnya yang baru divaksin dosis pertama agar dapat melengkapi vaksinasinya.

"Dan yang terlebih penting, 88 juta dan 45 juta ini ikut memastikan sekitar 74 juta orang lainnya yang masuk dalam sasaran namun belum divaksin sama sekali, segera mendapatkan hak mereka. Cuma dengan bersama-sama kita bisa akhiri pandemi ini," tegas Reisa.

Karena itu, ia menekankan seharusnya bukan suntikan booster yang dicari, melainkan booster atau alat untuk meningkatkan kekebalan bersama.

"Sesuai pesan Menteri Kesehatan, apabila 70% dari sasaran vaksinasi sudah mendapat dosis lengkap, maka Indonesia akan mulai memvaksinasi anak 6 sampai dengan 11 tahun," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dr Reisa juga mengajak masyarakat bersikap hati-hati menyikapi masa liburan Natal dan Tahun Baru, potensi munculnya gelombang ketiga.

"Sudah terbukti setiap masa libur mobilitas masyarakat yang tidak dibatasi akan hanya berujung kepada kenaikan kasus," kata Reisa.

Klik halaman selanjutnya >>>