Ketua DPD Dukung Kemandirian Pangan Jadi Kekuatan Pesantren

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 11:25 WIB
DPD RI
Foto: dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi kemandirian pangan Pondok Pesantren Hidayatullah di Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Dalam mendorong kemandirian pangan, Ponpes Hidayatullah berkolaborasi dengan Lembaga Zakat BMH Sulawesi Tenggara.

"Kemandirian yang dipraktikkan di Ponpes Hidayatullah tentu menjadi kekuatan pesantren di tingkat nasional. Saya mendukung dan mengapresiasi hal tersebut," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Sulawesi Tenggara, LaNyalla menyampaikan kemandirian pangan milik Ponpes Hidayatullah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi ke depannya.

Ia menilai umumnya pesantren hanya mengandalkan dana dari para donatur. Namun, kata LaNyalla, dana titipan tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan pangan dan kekuatan ekonomi pesantren jika dikelola dengan baik.

"Model kemandirian ini perlu dikembangkan dan digaungkan agar menjadi kekuatan pesantren nasional. Lebih baik lagi jika gagasan seperti ini dikelola oleh Kementerian Agama di bawah Direktorat Pondok Pesantren agar kemandirian pangan menjadi kekuatan pesantren kita," sarannya.

Terkait hal ini, ia berharap pemerintah dapat memberi stimulus untuk program kemandirian pesantren. Mengingat para santri tentu memiliki potensi untuk memajukan perekonomian di lingkungannya.

"Tak hanya di tingkat pesantren, kemandirian ekonomi yang nantinya terbangun di pesantren juga akan berdampak langsung bagi penguatan perekonomian di desa," katanya.

LaNyallah juga menjelaskan program ini secara tidak langsung dapat melatih dan mengembangkan potensi para santri. Melalui program ini, ia berharap usai menempuh pendidikan di ponpes, para santri tak hanya mahir dalam bidang agama, tetapi juga dapat membangkitkan perekonomian di daerah asalnya.

"Sehingga, santri menjadi pribadi yang siap terjun ke lapangan mengaplikasikan disiplin ilmu yang dimilikinya selama menimba ilmu di pesantren. Santri tak hanya mahir di bidang agama, tetapi juga memiliki keahlian lainnya," tandasnya.

(prf/ega)