Sebaran Varian of Concern COVID Masih Harus Diwaspadai Warga RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 13:22 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Potensi penularan COVID-19 masih terbuka meskipun angka penularan dan jumlah kasus aktif telah menurun. Penyebaran variant of concern (VoC) seperti Alpha, Beta, Delta perlu diwaspadai masyarakat.

Melansir CNN Indonesia, berdasarkan data Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 13 November, jumlah sebaran varian Alpha, Beta, dan Delta di Indonesia mencapai 4.830 kasus. Varian Delta mendominasi dengan 4.732 kasus, Alpha 76 kasus, dan Beta 22 kasus.

Dalam kurun waktu sebulan, sebaran VoC COVID-19 di Indonesia bertambah 719 kasus. Hal ini turut menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan pandemi di Tanah Air.

Adapun jumlah sebaran VoC itu diperoleh dari hasil identifikasi dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap 8.578 spesimen.

Jika dipetakan berdasarkan wilayah, DKI Jakarta menjadi daerah dengan sebaran VoC COVID-19 terbanyak. Ada 1.327 kasus positif varian CoV di DKI Jakarta per Sabtu (13/11), dengan rincian varian Alpha 37 kasus, Beta 12 kasus, dan Delta 1.275 kasus.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada akan penularan COVID-19. Dalam upaya menekan potensi munculnya gelombang ketiga, juru bicara pemerintah untuk COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat segera vaksin lengkap serta tetap disiplin protokol kesehatan, seperti pakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta selektif dalam bermobilitas.

Ia menambahkan percepatan proses vaksinasi, terutama bagi lansia, terus dilakukan pemerintah. Dalam mendukung program tersebut, dr Reisa memaparkan semua provinsi harus mengadopsi sejumlah solusi seperti perluasan sentra vaksinasi, pemanfaatan vaksin keliling, vaksinasi door to door (rumah ke rumah), dan kampanye melalui media.

Ia menegaskan sudah lebih dari 215 juta dosis disuntikkan ke lengan orang Indonesia, sehingga tidak perlu lagi ada keraguan terhadap vaksin yang ada dan tidak perlu memilih-milih merek vaksin.

"Gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin semua vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat," kata dr Reisa.

Simak video 'Bayang-bayang Gelombang Ketiga di Tengah Penurunan Kasus Covid-19 RI':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)