TPF Jelaskan Alasan Dekan FISIP Unri Tersangka Kasus Cabul Belum Dicopot

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 17:03 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: iStock)
Pekanbaru -

Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Aras Mulyadi belum mencopot Dekan FISIP Unri Syafri Harto setelah menjadi tersangka kasus dugaan cabul di Polda Riau. Apa alasannya?

Juru bicara Tim Pencari Fakta (TPF) Unri, Prof Sujianto, mengatakan Rektor Unri menghormati proses penegakan hukum di Polda Riau. Dia mengatakan Rektor Unri bakal mengikuti aturan.

"Sehubungan dengan penetapan tersangka SH oleh Polda Riau, Rektor sepenuhnya menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Riau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sujianto.

Sujianto juga menjelaskan alasan Syafri Harto masih menjabat Dekan FISIP Unri. Dia mengatakan ada sejumlah aturan yang menjadi dasar pertimbangan Rektor Unri.

"Sehubungan dengan penonaktifan Saudara SH, Rektor sepenuhnya mengacu pada PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan Permenrisekdikti No 81 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Riau. Mengacu pada instrumen yuridis sebagaimana dimaksud, Rektor belum memiliki aspek legalitas untuk melakukan tindakan administratif dalam bentuk pemberhentian sementara," kata Sujianto.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah video pengakuan seorang mahasiswi terkait pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi itu mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium Syafri saat bimbingan. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi. Syafri telah membantah tudungan tersebut. Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau.

Di samping itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melakukan gelar perkara atas laporan mahasiswi. Hasilnya, polisi menetapkan Syafri sebagai tersangka kasus dugaan cabul.

"Melalui proses gelar perkara, telah ditetapkan status tersangka terhadap Saudara SH (Syafri Harto) dalam kasus tindak pidana dugaan perbuatan cabul," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto.

Simak Video: Dugaan Pelecehan Dekan Terhadap Mahasiswi Unri yang Bikin Geger!

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)