Hukuman di India Selesai, 3 Nelayan Aceh yang Diduga Hilang Dipulangkan

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 15:33 WIB
Ilustrasi Nelayan
Ilustrasi Nelayan (Shutterstock)
Banda Aceh -

Tiga nelayan asal Aceh yang ditangkap otoritas India dipulangkan setelah menjalani hukuman. Ketiganya sempat dinyatakan hilang sehingga keluarga menggelar tahlilan.

"Mereka sekarang sudah di Jakarta dan telah menjalani isolasi di Wisma Atlet," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Ketiga nelayan asal Aceh adalah Dendi Ristam, Putra Haris Munandar, dan Ibnu Hajar. Mereka direncanakan bakal dipulangkan dari Jakarta ke Aceh, Sabtu (20/11) besok.

Miftach menjelaskan, ketiga nelayan itu sebelumnya ditangkap otoritas India karena memasuki wilayah teritori negara tersebut. Penangkapan ketiganya dilakukan pada 22 Maret 2019.

Penangkapan ketiganya awalnya tidak diketahui pemerintah Indonesia termasuk pihak keluarga. Bahkan pihak keluarga telah menganggap nelayan tersebut meninggal dunia.

"Sampai keluarga sudah gelar tahlilan," Miftach.

Keberadaan ketiga nelayan asal Aceh itu baru diketahui tujuh bulan kemudian. Mereka ditemukan oleh tim Konsuler KBRI New Delhi ketika berkunjung ke Andaman dan Nicobar. Awalnya, tim ke sana untuk menemui tiga nelayan Aceh yang ditangkap pada awal Oktober 2019 karena memasuki perairan India setelah terjebak kabut asap.

Ketiga nelayan yang hendak ditemui itu adalah Munazir, Kaharuddin, dan Azman Syah. Mereka bertiga mendekam di tahanan District Jail Andaman dan Nicobar.

Dalam kunjungan itulah tim KBRI mendapat informasi dari kepala penjara bahwa ada tiga tahanan lain asal Aceh.

"Ketiganya ditangkap oleh Indian Coast Guard Tanggal pada 22 Maret dan kemudian dibawa ke Port Blair pada tanggal 25 Maret. Pada tanggal 4 April, ketiganya ditahan di District Jail Andaman dan Nicobar," ungkap Miftach.

Menurut Miftach, para nelayan itu bakal dipulangkan ke daerah masing-masing begitu tiba di Aceh. Mereka akan diserahkan ke keluarga di kampung halaman.

"Mereka sudah tiba di Jakarta sejak 16 November. Mereka juga sudah di antigen untuk proses pemulangan ke Aceh besok," ujarnya.

(agse/aud)