Polisi Periksa Korban Terkait Robohnya Gedung SMAN 96 Jakarta

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 12:38 WIB
Suasana lokasi bangunan SMAN 96 Jakarta yang roboh di Jakarta, Kamis (18/11/2021). Gedung SMAN 96 Jakarta yang masih dalam proses pembangunan tersebut roboh pada Rabu (17/11) siang dan mengakibatkan empat orang pekerja proyek mengalami luka-luka. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Proyek gedung SMAN 96 Jakarta roboh (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki penyebab robohnya gedung SMAN 96 Jakarta di Cengkareng, Jakarta Barat. Atas insiden tersebut, terdapat empat orang pekerja luka-luka yang menjalani perawatan di RSUD Cengkareng.

Satu dari keempat korban tersebut dikabarkan kondisinya kini sudah membaik. Hari ini bakal ada pemeriksaan kepada satu orang korban tersebut.

"Ada pemeriksaan untuk korban luka ringan sama nanti didatangkan oleh pihak mandornya karena kita perhatikan kesehatan dia juga," ujar Kanit Krimsus Polsek Cengkareng AKP Fahmi L Fiandri kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Fahmi menyebut ketiga korban lainnya belum bisa diperiksa hari ini. Ini karena kondisi mereka saat ini masih dalam penanganan dokter spesialis ortopedi di rumah sakit.

"Tapi kita sudah dapat update per harinya kalau kesehatan sudah membaik. Kita nggak bisa maksa juga kan yang lain cedera," jelasnya.

Fahmi menyebut kemarin pihaknya juga telah memeriksa project manager dari pihak kontraktor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, Fahmi mengatakan nantinya pimpinan proyek juga akan dipanggil oleh pihak kepolisian.

"Yang pasti ada pihak-pihak terkait kontraktor (yang akan dipanggil), pimpinan proyek pasti kita panggil karena ada keterkaitan di situ kan," jelasnya.

Diduga Terjadi Kesalahan


Sebelumnya, proyek gedung SMAN 96 Jakarta, Cengkareng, Jakarta Barat, roboh saat sedang direnovasi. Damkar Jakarta Barat mengungkap dugaan penyebabnya.

"Diduga terjadi kesalahan konstruksi bangunan (bangunan sedang proses pembangunan)," ujar Kasi Ops Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Sjukri Bahanan dalam keterangan tertulis, Rabu (17/11).

Sjukri menuturkan petugas damkar mulai mengevakuasi korban di lokasi kejadian pukul 14.58 WIB. Pada pukul 15.30 WIB, proses evakuasi selesai.

Empat unit mobil dan 20 personel damkar diterjunkan ke lokasi. Empat pekerja bangunan berinisial A, F, P, dan M terluka. Pemprov DKI dan kepolisian tengah menyelidiki robohnya gedung SMA itu.

(ain/mea)