Buruh Ancam Aksi Jika Revisi UUK Keluar dari Koridor
Selasa, 25 Apr 2006 12:38 WIB
Jakarta -
Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengancam menggelar aksi jika pemerintah tidak memenuhi janjinya dan keluar dari harapan buruh yang kebanyakan menolak revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK).Demikian disampaikan oleh Presiden Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Thamrin Mosii di sela seminar soal pengupahan di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2006).Ancaman itu, kata Thamrin, bukan hanya sekadar ucapan. FSPMI atas nama buruh akan melayani keangkuhan pemerintah di lapangan, jika pemerintah melakukan riset dan gagasan yang komprehensif tersebut dengan main-main sesuai janji SBY yang menugaskan 5 perguruan tinggi.Namun, dia belum bisa menyebutkan seperti apa rangkaian aksi, karena merupakan strategi.Terkait rencana aksi buruh pada 1 Mei mendatang, Thamrin mengatakan, FSPMI akan menggelar jumpa pers tentang hal itu dengan mengundang dua konfiderasi, yakni konfiderasi Serikat Pekerja Indonesia dan Forum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, untuk menyamakan platform perjuangan dan pernyataan sikap.Dia memastikan aksi turun jalan tersebut nanti akan tetap dilakukan. "Sepanjang yang saya dengar, mereka akan turun beramai-ramai. Tapi mudah-mudahan tetap membawa tema gerakan buruh. Jangan keluar dari situ. Kalaupun ada politik, ya politik gerakan buruh yang terkait dengan kepentingan anggota dan jangan ada muatan politik," tandasnya.Dijelaskan dia, aksi 1 Mei mendatang masih akan membawa isu penolakan revisi UUK.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































