ADVERTISEMENT

Polri Beri Arahan Cegah Pelanggaran Anggota: Layani Masyarakat dengan Nurani

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 23:34 WIB
Wakabareskrim Irjen Syahardiantono saat memberikan petunjuk dan arahan untuk mencegah dan mitigasi pelanggaran anggota, di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Kamis (18/11/21).
Wakabareskrim Irjen Syahardiantono (dok. istimewa)
Jakarta -

Polri memberikan petunjuk dan arahan guna mitigasi serta mencegah pelanggaran anggota pada fungsi reserse. Petunjuk dan arahan ini diberikan sebagai bentuk upaya mewujudkan penegakan hukum yang adil, sebagaimana program PRESISI Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Petunjuk dan arahan tersebut disampaikan, antara lain, oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto melalui Wakabareskrim Irjen Syahardiantono, Irwasum Polri yang diwakili Wairwasum Irjen Agung Wicaksono, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, dan Karo Wassidik Brigjen Iwan Kurniawan. Kegiatan ini digelar di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Kamis (18/11/21).

Wakabareskrim Irjen Syahardiantono meminta para penyidik Polri selalu berempati dan saling mengingatkan saat menjalankan tugas. Dia mengingatkan bahwa apa pun yang dilakukan akan berimbas kepada diri sendiri.

"Agar dalam melaksanakan tugas harus selalu berempati, jangan sampai khilaf dan tertutup hatinya, dan harus saling mengingatkan untuk menghindari terjadinya celah penyimpangan yang dilakukan oleh penyidik fungsi reskrim," kata Syahardiantono.

"Niatkan diri kita dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat dengan hati nurani, jangan tergoda nafsu yang sesaat, apapun yang kita kerjakan akan berimbas pada diri kita sendiri, keluarga dan institusi kita," sambungnya.

Syahardiantono juga menekankan kepada seluruh fungsi penyidik reserse agar betul-betul menegakkan hukum yang berkeadilan. Dia ingin tidak ada lagi kalimat 'tajam ke bawah, tumpul ke atas', yang ditujukan kepada Polri.

"Tidak ada lagi bahasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas, terkait penanganan perkara. Jadilah penyidik yang problem solver dan konsultan yang solutif, tidak makelar, ungkap kasus-kasus yang meresahkan, hindari upaya yang kontra produktif" ujarnya.

Berdasarkan data rekapitulasi Rowassidik Bareskrim Polri, jumlah pengaduan masyarakat dalam kurun 2020-2021 mengalami peningkatan yang signifikan, dari 1.376 menjadi 3.023 aduan.

Wairwasum Irjen Agung Wicaksono menuturkan pengaduan masyarakat bertujuan sebagai kontrol terhadap anggota Polri. Agung menegaskan peningkatan profesionalisme anggota Polri harus dirasakan masyarakat.

"Adanya aplikasi Dumas PRESISI sebagai kontrol anggota Polri. Pedomani aturan yang berlaku dan tingkatkan profesionalisme serta restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

"Pedomani aturan yang berlaku dan tingkatkan profesionalisme serta terapkan restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat dan jangan memanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Tingkatkan profesionalisme, lakukan asas penegakan hukum dan bermoral," imbuh Agung.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT