Pelaku Pemerkosaan 2 Bocah di Padang Bertambah Jadi 7 Orang

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 16:37 WIB
Pelecehan dan pemerkosaan pada perempuan
Ilustrasi Pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Padang -

Pelaku pencabulan dan pemerkosaan terhadap dua bocah perempuan di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), bertambah menjadi tujuh orang. Dua orang masih buron, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dua lainnya dilakukan diversi karena masih di bawah 12 tahun.

"Betul. Total ada tujuh pelaku," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Rico mengatakan teman paman korban yang ikut serta melakukan pencabulan masih diburu karena melarikan diri bersama tetangga korban.

"Identitasnya sudah kita ketahui. Tempo hari waktu kita lakukan penangkapan yang bersangkutan melarikan diri," kata Rico.

"Setelah kami lakukan penyelidikan dan penyidikan, yang bisa jadi tersangka adalah 3 orang. Dua anak di bawah umur 12 tahun jadi kita tetapkan diversi," sambungnya.

Dua bocah berinisial NR (5) dan NJ (9) diduga menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan para pelaku. Keduanya diperkosa dan dicabuli bergantian oleh keluarga dekat, dari kakek, kakak kandung, paman, hingga tetangganya sendiri.

Aksi pencabulan sudah berlangsung lama dan dilakukan berulang kali. Aksi bejat itu dimulai oleh kakek korban berinisial DJ (70).

"Sudah berulang kali. Yang pertama kakeknya. Ketika kakeknya beraksi, dilihat oleh cucunya yang laki-laki atau kakak korban, yang kemudian juga melakukan aksi cabul terhadap adiknya. Ada kakaknya tiga orang, semuanya ikut melakukan, termasuk juga paman dan tetangga," kata Rico, Rabu (17/11).

Aksi pencabulan berlangsung di rumah korban sekaligus tempat tinggal para tersangka di Padang Selatan, Kota Padang. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang.

Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76D UU RI No 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(haf/haf)