Jejak Panas Loyalis Puan Calon Ketua Komisi III DPR Vs Ganjar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 12:31 WIB
Bambang Pacul Wuryanto
Bambang Pacul (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Loyalis Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, bakal menjadi Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Herman Herry. Menjelang tahun politik, Bambang Pacul punya jejak hubungan panas dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dirangkum detikcom, Kamis (18/11/2021), Bambang Pacul merupakan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Dia juga merangkap Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP.

Hubungan panas Bambang Pacul dengan Ganjar terungkap ketika nama kedua tidak diundang ke acara PDIP Jawa Tengah yang dihadiri Puan Maharani. Bambang Pacul saat itu melontarkan pernyataan keras bahwa Ganjar sudah kemajon alias kelewatan.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," tegas Bambang usai acara, Sabtu (23/5) malam.

Bambang mengaku dia sudah memperingatkan Ganjar terkait persoalan ini. Namun peringatan dan kode Bambang diabaikan oleh Ganjar.

"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos. Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," ujar Bambang.

Saat ditanyakan apakah Ganjar Pranowo sudah menyatakan terang-terangan akan nyapres, Bambang menegaskan orang politik sudah paham arahnya.

"Kalau dia menjawab, 'Saya kan tidak mengatakan mau nyapres', ya kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," katanya.

Bukan tanpa alasan PDIP menegur Ganjar. Bambang mengungkap Ganjar terbukti berkeinginan kuat menjadi presiden dengan membangun pasukan di medsos sehingga menaikkan elektabilitasnya di masyarakat.

"Di dalam persepsi kita semua, Ganjar racing jadi presiden. Dia orang PDIP yang racing jadi calon presiden dengan membangun pasukannya di medsos. Kemudian dari pasukan itu kemudian nanti akan keluar elektabilitas. Dia berharap kalau elektabilitasnya tinggi, dia nanti akan mendapat rekom menjadi capres. Itu konstruksi dasarnya kan begitu," kata Bambang.

Ganjar saat itu tidak ingin berkonflik panjang dengan Bambang Pacul. Namun, dalam kesempatan lain, Bambang Pacul terus melempar 'serangan' kepada para loyalis Ganjar Pranowo yang sudah deklarasi Pilpres 2024.

Awalnya Bambang menjelaskan PDIP adalah partai yang merupakan barisan yang mengikuti satu arahan dari pimpinan. Seluruh kader wajib mengikuti aturan dari ketua umum.

"PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapapun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah," kata Bambang saat dijumpai di Sukoharjo, Sabtu (9/10).

Bambang menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah keluar dari barisan. Untuk itu, pimpinan dari oknum tersebut harus memberikan sanksi.

"Kalau ada pengurus yang bicara di luar perintah partai artinya apa? Keluar dari barisan. Kalau keluar dari barisan ya siap untuk tidak di barisan, ya dikeluarkan oleh komendannya. Di militer juga gitu, keluar dari barisan ya out," ujarnya.

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," kata Bambang Pacul.

Lihat juga Video: Ketua Komisi III DPR Herman Hery Digeser Jadi Anggota di Komisi VII

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)