Indikasi Sabotase CCTV Ditepis Saat Eks Laskar FPI Ditembak Mati

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 10:50 WIB
Anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/aww.
Salah satu potret rekonstruksi perkara unlawful killing terhadap anggota Laskar FPI (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)

Belakangan Yoga mendapatkan laporan soal penyebab kerusakan CCTV itu. Disebutkan Yoga, kerusakan berkaitan dengan kabel fiber optik.

Namun salah satu kuasa hukum terdakwa mempertanyakan soal kemungkinan adanya sabotase. Apa jawaban pihak Jasa Marga?

"Saya tidak tahu, Pak. Jadi yang saya ketahui tadi saya sampaikan adalah berdasarkan laporan dari vendor kami," ucap Yoga.

"Dari laporan vendor, diperoleh ada nggak yang menyebutkan adanya indikasi sabotase?" tanya kuasa hukum terdakwa lagi.

"Tidak disampaikan dalam laporan," ujar Yoga.

Di kursi saksi lainnya, Kepala Divisi Wilayah Metropolitan Tollroad (JMT) Jasa Marga atas nama Ari Wibowo memberikan jawaban serupa. Saksi lain, yaitu Budi Hidayat selaku salah satu karyawan Jasa Marga, sependapat.

"Sama tidak ada, jadi saya menerima laporan dari timnya Pak Yoga tidak ada sabotase," kata Ari.

"Artinya, tidak berfungsi karena ada fiber optik yang terputus? Tidak disebutkan kecenderungan tanda-tanda sabotase?" cecar kuasa hukum lagi.

"Tidak ada," kata Ari menegaskan.

"Saya tidak tahu karena saya tidak menerima laporan itu," timpal Budi.

Tentang detail peristiwa penembakan silakan cek halaman selanjutnya.