Demokrat Luruskan soal JK Diusulkan Jadi Ketua Umum PBNU

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 15:09 WIB
Herzaky Mahendra Putra
Herzaky Mahendra Putra (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat meluruskan informasi terkait usulan Jusuf Kalla atau JK untuk menjadi calon ketua umum (caketum) PBNU. Partai Demokrat menegaskan usulan itu bukan pandangan partai, melainkan pribadi Syahrial Nasution.

"Terkait dengan munculnya wacana usulan Bapak Jusuf Kalla yang notabene Mustasyar NU sebagai calon Ketua Umum PBNU yang dianggap sebagai pendapat Demokrat, kami perlu tegaskan statement itu merupakan pandangan pribadi Saudara Syahrial Nasution sebagai bagian dari warga Nahdliyyin, yang juga ingin berkhidmad pada jamaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama," kata Kepala Bamkostra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/12021).

Herzaky mengatakan Syahrial merupakan salah satu pembina Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Alfitrah Gunung Pati, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang terhubung ke Ponpes Alfitrah Kedinding, Surabaya. Dia menuturkan, usulan terkait JK tidak terkait dengan pandangan Partai Demokrat.

"Jadi sekali lagi, statement yang bersangkutan bukan dalam kapasitasnya sebagai pengurus dan kader Partai Demokrat," ujarnya.

Meski begitu, Herzaky mengatakan pihaknya menghormati segala keputusan yang ada di dalam organisasi PBNU.

"Partai Demokrat menghormati Khittah NU 1926 Nahdlatul Ulama sebagai salah satu pilar kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia, memiliki independensi dan kemandirian yang harus dihormati. NU adalah jam'iyah yang dilindungi oleh karomah para Wali," lanjutnya.

"Karena itu, tidak elok jika ada pihak-pihak yang masih mencoba memperkeruh suasana dengan membentur-benturkan narasi yang tidak produktif menjelang Muktamar NU di Lampung, Desember mendatang," sambungnya.

Herzaky menyatakan Partai Demokrat memiliki hubungan baik dengan NU. Bahkan tak sedikit kader Demokrat yang merupakan warga NU.

"Sekali lagi, Partai Demokrat sangat menghargai kemandirian dan kebebasan setiap organisasi dalam menentukan dan memilih siapa ketua umumnya, termasuk NU, karena setiap organisasi memiliki cara dan aturannya masing-masing," ujar Herzaky.

"Semoga penjelasan ini bisa menetralisir seluruh informasi dan wacana yang tidak tepat konteksnya, agar kesalahpahaman tidak terus berlanjut dan hubungan Partai Demokrat dengan Nahdlatul Ulama yang selama ini terjalin baik, tetap terpelihara baik pada masa-masa mendatang," lanjut Herzaky.

Diberitakan sebelumnya, Syahrial mengusulkan nama Jusuf Kalla menjadi caketum PBNU di Muktamar NU pada Desember mendatang. Ia melihat JK sebagai tokoh bangsa.

"Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dalam membesarkan organisasi. Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi nahdliyin," kata Syahrial Nasution kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

"Saya melihat sosok Pak JK sebagai tokoh bangsa. Beliau juga tokoh NU. Kalau ketua umum PBNU dalam posisi saat ini merupakan organisasi besar milik umat yang mengedepankan pluralisme, artinya Pak JK sangat memenuhi syarat," ujarnya.

Simak juga 'Said Aqil Didukung Forum Silaturrahim Maju Kembali Jadi Ketum PBNU':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)