PKB Sarankan Demokrat Jadikan JK Ketum Mereka, Bukan di PBNU

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 09:10 WIB
Politikus PKB Luqman Hakim (Dok. Pribadi).
Foto: Politikus PKB Luqman Hakim (Dok. Pribadi).
Jakarta -

Elite Partai Demokrat (PD) mengusulkan Jusuf Kalla (JK) menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih menyarankan agar JK menjadi ketum Partai Demokrat.

"Kalau ada elite Partai Demokrat yang ngebet menjadikan Pak JK sebagai Ketua Umum, saran saya agar lebih mudah terwujud, jadikanlah Pak JK sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," kata elite PKB, Luqman Hakim kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

"Kenapa lebih mudah? Logikanya. Elite Partai Demokrat tentu lebih mudah mengatur dan mengkondisikan internal organisasinya sendiri dibandingkan organisasi lainnya, semisal NU. Selama dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan sesuai aturan, tentu saya sebagai kader NU ikut bahagia dan bangga jika Pak JK yang tokoh NU itu dipercaya memimpin Partai Demokrat," lanjutnya.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PKB itu mengatakan dirinya bangga dengan JK memiliki kemampuan di berbagai bidang. Akan tetapi, mengenai pencalonan ketum PBNU, Luqman mengatakan hal itu adalah ranah Muktamar.

"Saya pasti ikut bangga jika ada elit Partai Demokrat yang menilai Pak JK sebagai tokoh penuh pengalaman dan kemampuan mumpuni di berbagai bidang. Alhamdulillah, saya bersyukur di NU banyak tokoh-tokoh hebat sekaliber Pak JK baik yang sudah senior maupun yang masih muda-muda. Apakah Pak JK cocok menjadi Ketua Umum PBNU? Biarlah kelak peserta Muktamar NU yang memberi jawaban," katanya.

Luqman yang juga kader NU mengatakan bahwa NU sudah memiliki mekanisme dalam pemilihan ketum baru. Mereka yang menjadi pimpinan PBNU, kata Luqman adalah tokoh terbaik NU.

"Terkait kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 yang akan ditetapkan dalam Muktamar ke-34 NU besok, saya pastikan Keluarga Besar NU sudah memiliki mekanisme dan tata cara terbaik, sehingga siapapun yang terpilih sebagai Rais 'Am dan Ketua Umum PBNU, pastilah tokoh-tokoh NU terbaik," sebutnya.

PBNU kata Luqman tidak sekedar membutuhkan sosok yang matang dalam organisasi. Akan tetapi juga dalam penguasaan mengenai ajaran agama Islam.

"Selain itu, sosok pimpinan NU yang akan datang juga harus dipastikan tidak memiliki interest politik dan ekonomi individual atau kelompok yang sudah pasti akan berdampak negatif pada kehidupan organisasi dan umat NU," sebutnya.

Lihat juga video 'Saksi Ahli Kemenkum HAM Pastikan Gugatan Demokrat Kubu Moeldoko Kedaluwarsa':

[Gambas:Video 20detik]