ADVERTISEMENT

Semua Provinsi di Kalimantan Kebanjiran Hebat Selama 2021, Kaltim 2 Kali

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 13:56 WIB

4. Kalteng (September)

Sebanyak enam kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Saat ini banjir terjadi di 11 kabupaten/kota se-Kalteng.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan enam kabupaten menetapkan status darurat bencana banjir, yaitu Kotawaringin Barat, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, dan Gunung Mas. Sedangkan Kabupaten Pulang Pisau dengan status siaga darurat bencana banjir.

"Kabupaten yang paling parah adalah Katingan, Kotawaringin Timur, dan Seruyan," jelas Gubernur Sugianto pada apel gelar personel dan sarana-prasarana penanganan darurat bencana banjir, seperti dilansir Antara, Kamis (9/9/2021).

Banjir di 11 kabupaten/kota se-Kalteng disebabkan peningkatan intensitas curah hujan yang terjadi mulai 21 Agustus 2021. Sedangkan masyarakat yang terkena dampak banjir sebanyak 29.885 keluarga dengan jumlah 57.117 jiwa.

5. Kaltim (Agustus)

Sejumlah kawasan permukiman di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), juga pernah terendam air pada Agustus lalu. Banjir di permukiman mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa.

Pada Sabtu (28/8/2021) dini hari, hujan mengguyur dan mengakibatkan banjir mulai pukul 03.00 WIB. Akibat banjir ini, tim Basarnas dari Kantor SAR Balikpapan mengevakuasi satu keluarga yang rumahnya terendam cukup parah.

Ketinggian air mencapai 80-100 meter atau sepinggang orang dewasa, sehingga kegiatan warga sempat terhenti.

6. Kalbar (November)

Yang terbaru adalah banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Banjir ini sudah berlangsung selama empat pekan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, debit air telah turun 10-15 sentimeter pada Jumat (12/11). Sebanyak 12 kecamatan masih terdampak banjir karena meluapnya air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai.

"Sampai hari ini, kondisi debit air turun yang terpantau di Sungai Kapuas dan Melawi," ujar petugas BPBD Kabupaten Sintang Fidelis Asdi dalam keterangannya, Sabtu (13/11/2021).

Situasi banjir masih menyebabkan korban banjir mengungsi di pos pengungsian. BPBD Sintang telah mengoperasikan lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga.

Kelima pos lapangan berada di kawasan Tugu Bambu, Pos Lantas, Media Center, Ujung Jembatan Kapuas dan Kantor Camat Sintang, sedangkan pos komando berada di Kantor BPBD Kabupaten Sintang. "Kami setiap hari melakukan pelayanan di pos lapangan," ujar Fidelis.

Sampai pada Sabtu (13/11) pukul 17.00 WIB, sebanyak 10.381 KK atau 33.221 jiwa masih mengungsi. Mereka berasal dari 9 kecamatan yang terdampak banjir sejak 21 Oktober 2021 lalu. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan BPBD setempat.

Pos pengungsian tersebut didukung 24 dapur umum yang dioperasikan. Laporan BPBD menyebut, sejumlah pos pengungsian maupun dapur umum ini tersebar di 12 kecamatan, khususnya titik-titik yang aman dari genangan air. Sementara itu, jumlah populasi terdampak sebanyak 29.623 KK atau 88.148 jiwa.

Banjir di Sintang telah menelan dua orang korban jiwa, dan jembatan rusak berat sebanyak 5 unit, dan rusak sedang 1 unit. Pemerintah daerah pun telah melakukan perpanjangan status tanggap darurat untuk bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor hingga 16 November 2021.


(rdp/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT