ADVERTISEMENT

Sekadau Kalbar Masih Banjir, Warga Angkut Motor Pakai Jasa Rakit

Adi Saputro - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 21:40 WIB
Banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), belum sepenuhnya surut. Banjir masih terjadi di jalan negara di Desa Peniti, Sekadau Hilir. (Adi Saputro/detikcom)
Banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), belum sepenuhnya surut. Banjir masih terjadi di jalan negara di Desa Peniti, Sekadau Hilir. (Adi Saputro/detikcom)
Sekadau -

Banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), belum sepenuhnya surut. Banjir masih terjadi di jalan negara di Desa Peniti, Sekadau Hilir.

Pantauan detikcom, sepanjang 1 kilometer jalan ini tak bisa dilalui kendaraan kecil, seperti sepeda motor atau minibus.

Jalan negara ini terendam hingga mencapai dua meter, sehingga kendaraan kecil sepeda motor hanya bisa melintasi jalan ini dengan menggunakan jasa ojek rakit. Ojek rakit ini ditawarkan Rp 10.000-30.000 untuk sekali perjalanan.

Kepala pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Matius Jon, mengatakan banjir di Kabupaten Sekadau mulai surut. Namun sampai saat ini belum ada satu pun warga yang mengungsi kembali ke rumahnya.

"Puji Tuhan, semoga banjir segera surut, ketinggian air sekarang sudah berkurang. meskipun demikian belum ada satu pun warga yang mengungsi kembali ke rumahnya," ata Matius Jon, Senin (15/11/2021).

Mulai Surut di Titik Lain

Banjir di Sekadau mulai terjadi sejak Selasa (26/10) pukul 16.00 WIB. Namun saat ini banjir sudah mulai surut di beberapa titik.

Banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), belum sepenuhnya surut. Banjir masih terjadi di jalan negara di Desa Peniti, Sekadau Hilir. (Adi Saputro/detikcom)Foto: Adi Saputro/detikcom

Hampir tiga pekan dilanda banjir besar, kondisi air yang mengenangi permukiman warga dan jalan negara mulai surut. Warga yang terdampak banjir mulai melakukan bersih-bersih rumahnya.

Salah satunya di Jalan Merdeka Timur, Pasar Sekadau, ketinggian air yang awalnya mencapai 1 meter lebih, kini mulai bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Lalu lintas ke arah Kota Sintang dan ke arah Kota Pontianak ini sempat terputus akibat genangan air yang tinggi.

Sekarang jalan ini bisa dilalui kendaraan. Sudah tak ditemukan kendaraan mogok akibat mesin kendaraannya masuk air.

Aktivitas masyarakat kini disibukkan membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir yang mengotori lantai rumah hingga teras.

"Sama hari ini sudah 12 hari, sekarang mulai surut selama dua hari ini, saya bersihkan di depan, mengganggu juga, sedihnya ada banyak warga yang menjadi korban banjir, banjir hanya sampai di teras rumah," kata warga Sekadau Hilir, Yeni.

Simak juga 'Jembatan Rusak Akibat Banjir, Warga Polman Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT