ADVERTISEMENT

Evaluasi Program Presisi, Polri: Tren Kinerja Turun Karena Isu Negatif

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 03:20 WIB
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, menyebut berkembangnya isu negatif terkait kepolisian memicu turunnya tren kinerja. Oleh sebab itu Agung mengingatkan para kapolda untuk memastikan Program Prioritas Kapolri (PPK) dilaksanakan secara substansif dan tak sekadar laporan tertulis belaka.
Irwasum Polri, Komjen Agus Budi Maryoto. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, menyebut berkembangnya isu negatif terkait kepolisian memicu turunnya tren kinerja. Oleh sebab itu Agung mengingatkan para kapolda untuk memastikan Program Prioritas Kapolri (PPK) dilaksanakan secara substansif dan tak sekadar laporan tertulis belaka.

"Isu negatif yang berkembang di masyarakat juga turut menjadi pemicu turunnya tren kinerja. Agar pimpinan memastikan pelaksanaan PPK secara substansial, tidak proforma ataupun hanya sekedar dokumen saja," kata Agung saat memimpin rapat analisa evaluasi (anev) Triwulan III PPK dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021) malam.

Agung berharap 34 polda mencapai target implementasi PPK hingga 100 persen di Triwulan IV. "Sehingga diharapkan dalam Triwulan IV seluruhnya dapat mencapai 100 persen," sambung dia.

Untuk diketahui, Posko Polri menggelar rapat anev tiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk melihat kinerja jajaran terkait realisasi program Presisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sejumlah catatan dan apresiasi kinerja diungkap sebagai fakta empirik implementasi PPK sepanjang Triwulan III Tahun 2021. Rapat anev dilakukan di Posko Presisi Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/11) malam.

"Pelaksanaan triwulan III sudah baik, namun masih terdapat empat polda dengan capaian (pelaksanaan PPK) di bawah 100 persen. Yaitu Polda Papua, Polda Aceh, Polda NTT, dan Polda Sultra," papar Agung.

Agung menegaskan pentingnya komitmen perbaikan implementasi PPK di tingkat wilayah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Agung menjelaskan monitoring dan evaluasi secara rutin di tingkat polda jajaran adalah kunci untuk mengatasi kendala dan melakukan pembenahan dalam menerapkan PPK.

"Aplikasi ASAP mendapatkan apresiasi dikarenakan penanganan kebakaran hutan menjadi atensi dan telah dipaparkan oleh Bapak Wakapolri di konferensi tingkat dunia di United Kingdom," jelasnya.

Agung lalu mengapresiasi sejumlah inovasi berbasis digital terkait PPK dan dibuat sekaligus dikembangkan jajarn. Selain ASAP, ada pula aplikasi E-PZI, E-SOP Polri, Imbas Cepat Polri, dan Samsat Digital Nasional yang diapresiasi.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Cerita Perjuangan Purn Polwan Hapus Tes Keperawanan di Kepolisian

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT