Berkarya Jambi Tunggu Hasil BK DPRD untuk Sanksi Anggota Kena Skandal VCS

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 00:44 WIB
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration.
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jambi -

Ketua DPW Partai Berkarya Jambi, Ambiar Usman,menunggu hasil putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Merangin Jambi terkait oknum Anggota DPRD berinisial AT yang terlibat kasus video call sex (VCS) dengan seorang wanita. Hasil BK itu nantinya akan menjadi rekomendasi partai untuk memutuskan sanksi terhadap kader Berkarya tersebut.

"Hingga saat ini saya belum dapat sama sekali keterangan dari yang bersangkutan, saya juga sudah perintahkan DPD Berkarya Merangin kemarin untuk tindaklanjuti, tapi belum ada hasil. Sekarang saya hanya tinggal menunggu saja hasil putusan BK DPRD jika putusan BK sudah ada, maka itu akan kita jadikan rekomendasi untuk ke DPP Bekarya sanksi apa yang akan dijatuhkan ke kader kita ini," kata Ambiar Usman saat dihubungi, Senin(15/11/2021).

Usman juga telah menghubungi secara langsung kadernya itu untuk bisa memastikan kejadian yang dialami. Hanya saja, upaya Usman dinilai sia-sia, lantaran kadernya tersebut hingga saat ini tidak merespons panggilan telepon dari Usman.

"Itu yang saya bingung, kenapa telpon saya sampai sekarang tidak diangkat-angkat oleh yang bersangkutan, saya sudah coba hubungi nomor telepon yang bersangkutan (AT) tetapi belum juga direspon atau diangkatnya. Saya tidak tahu kenapa dia (AT) tidak mau mengangkat telepon dari saya, itu yang saya sangat sesalkan," ujar Usman.

Tak hanya sampai di situ, sebagai Ketua Partai Berkarya di Jambi, Usman juga memberikan waktu beberapa hari ke depan untuk mengetahui hasil keterangan AT atas dugaan skandal yang menimpanya.

"Kita tunggu saja apa hasil dari DPD nanti. Jika sudah ada, kita akan beritahu ke DPP nantinya, sampai saat ini kita belum bisa putuskan," ucap Usman.

Namun, jika skandal itu benar, atas nama partai, Usman menilai tindakan oknum itu sudah memalukan dan merusak citra partai Berkarya.

"Yang jelas demi menjaga marwah partai tentu jika apa yang terjadi itu benar, ini sungguh-sungguh memalukan, dan itu sangat disesalkan sekali. Namun sampai saat ini biarkan kita masih menunggu hasil putusan DPD dulu," sebut Usman.

Lihat juga Video: Detik-detik Penangkapan Sopir Angkot yang Tabrak Mati Satpam

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)