DPRD Setuju Usulan Sutiyoso BUMD Masuk Konsorsium Subway
Senin, 24 Apr 2006 17:08 WIB
Jakarta -
Apa yang diutarakan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso soal subway diamini DPRD. Usulan Bang Yos agar BUMD turut dilibatkan dalam pembangunan subway, didukung oleh wakil rakyat."Ya saya sangat setuju dengan usulan tersebut. Karena bagaimana mungkin DKI tidak diajak karena subway kan untuk masyarakat DKI. Yang kena amdal juga DKI," kata Wakil Ketua Komisi D Muhayar di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Senin (24/4/2006).Sebagaimana Bang Yos, Muhayar menilai perusahaan yang layak masuk dalam konsorsium Jakarta Metro System (JMS) tersebut adalah PT Jakarta Propertindo (Japro). "Mereka secara kualitas cukup bonafid dan dari segi saham mereka juga cukup kuat," ujar anggota DPRD dari FPKS ini.KecewaSementara di Balaikota DKI Jakarta, Bang Yos kembali menyatakan kekecewaannya atas pembentukan konsorsium pembangunan subway yang hanya melibatkan BUMN dan swasta oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan Pemprov DKI. "Saya memang kecewa atas pembentukan konsorsium itu tapi asal tanggung jawab ya sudah," komentar Sutiyoso di Balikota DKI.Dia juga menyesalkan pembatalan yang dilakukan oleh pemerintah pusat terkait perjanjian pendanaan oleh Jepang. "Kalau kemarin pemerintah sudah batalin dengan Jepang ya silakan tanggung, pemerintah pusat harus biayai," ujarnya.Dia mengungkapkan, sebetulnya dalam pembangunan kereta bawah tanah tersebut bisa dilakukan dengan sharing. Karena perjanjian awalnya, pemerintah pusat 42 persen dan DKI 58 persen. "Sebetulnya kalau kita teruskan dengan Jepang, April itu sudah turun launching pertama. Tapi karena tidak ada keputusan tidak jadi," beber mantan Pangdam Jaya ini. Sutiyoso merasa aneh ketika ditanya apabila keinginannya agar BUMD dilibatkan dalam konsorsium subway ditolak. Karena sebelumnya dia mengaku tidak diajak rembukan terlebih dahulu."Kalian kritik aja, saya tidak pernah diajak rembukan tahu-tahu sudah keluar. Wong kita yang punya lahan yang punya ide kok terus disingkirkan begitu aja," cetusnya.Awalnya, proyek pembangunan subway akan didanai Japan Bank for International Corporation (JBIC). Namun, hal itu kandas karena terjadi ketidaksepahaman antara pemerintah Indonesia dan Jepang.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































