Mungkinkah Terwujud Duet Airlangga-Ganjar? Ini Analisis Doktor Paramadina

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 14:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terlihat kompak naik ojol saat hadiri acara di Klaten.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terlihat kompak naik ojol saat hadiri acara di Klaten. (Achmad Syauqi/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar Nurdin Halid menyatakan siap menampung Ganjar Pranowo menjadi wakilnya Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 jika tidak dapat tempat di PDIP. Doktor politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai tawaran itu hanya strategi marketing untuk mencari panggung politik bagi Golkar.

"Wacana Airlangga-Ganjar itu merupakan strategi marketing politik Golkar saja, untuk menciptakan panggung-panggung sembari menawarkan wacana pasangan alternatif di Pilpres 2024 mendatang," kata Khoirul Umam kepada detikcom, Senin (15/11/2021).

Umam mengatakan wacana Golkar memasangkan Ganjar sebagai cawapres Airlangga tidak masuk akal. Pasalnya, menurut dia, elektabilitas Airlangga jauh lebih rendah di bawah Ganjar.

"Sebab, simulasi kedua tokoh itu agak kurang make sense, mengingat elektabilitas Airlangga di hampir semua survei secara konsisten terpaut jauh di bawah Ganjar," lanjutnya.

Oleh karena itulah, Umam mengatakan tawaran Golkar terhadap Ganjar itu hanya sebagai upaya meningkatkan daya jual partainya. Apalagi, kata dia, Ganjar saat ini terlihat sulit didukung oleh PDIP.

"Menempatkan Ganjar sebagai calon wakilnya Airlangga merupakan upaya bargaining position Golkar, mengingat Ganjar sendiri kesulitan mendapatkan restu elite PDIP karena faktor komunikasi politik internalnya dia dengan elite PDIP kurang mendukung," kata Umam.

"Sementara, berat bagi Ganjar untuk maju di pilpres tanpa restu PDIP. Bahkan jika Ganjar nekat, itu bisa berdampak pada 'keselamatan politik' Ganjar ke depannya," sambungnya.

(gbr/gbr)