Emang Bisa Jusuf Kalla Jadi Ketum PBNU?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 13:48 WIB
jusuf kalla
Jusuf Kalla (Faiq Azmi/detikcom)

JK Diusulkan Jadi Calon Ketum PBNU

Sebelumnya, usulan JK menjadi calon Ketum PBNU itu datang dari Deputi Balitbang Partai Demokrat, Syahrial Nasution. Syahrial menyebut JK juga termasuk tokoh NU.

"Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dalam membesarkan organisasi. Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi Nahdliyin," kata Syahrial Nasution kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

Syahrial juga melihat JK sebagai tokoh bangsa. Posisi PBNU yang merupakan salah satu organisasi terbesar umat Islam, disebutnya mengedepankan pluralisme. Jusuf Kalla, kata Syahrial, cocok untuk posisi Ketum PBNU.

"Saya melihat sosok Pak JK sebagai tokoh bangsa. Beliau juga tokoh NU. Kalau ketua umum PBNU dalam posisi saat ini merupakan organisasi besar milik umat yang mengedepankan pluralisme, artinya Pak JK sangat memenuhi syarat," kata Syahrial Nasution.

Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih menyarankan agar JK menjadi Ketum Partai Demokrat. PKB yakin JK lebih mudah menjadi Ketum PD.

"Kalau ada elite Partai Demokrat yang ngebet menjadikan Pak JK sebagai Ketua Umum, saran saya agar lebih mudah terwujud, jadikanlah Pak JK sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," kata elite PKB, Luqman Hakim, kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

"Kenapa lebih mudah? Logikanya. Elite Partai Demokrat tentu lebih mudah mengatur dan mengkondisikan internal organisasinya sendiri dibandingkan organisasi lainnya, semisal NU. Selama dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan sesuai aturan, tentu saya sebagai kader NU ikut bahagia dan bangga jika Pak JK yang tokoh NU itu dipercaya memimpin Partai Demokrat," lanjutnya.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PKB itu mengatakan dia bangga dengan JK memiliki kemampuan di berbagai bidang. Akan tetapi, mengenai pencalonan ketum PBNU, Luqman mengatakan hal itu adalah ranah Muktamar.

"Saya pasti ikut bangga jika ada elit Partai Demokrat yang menilai Pak JK sebagai tokoh penuh pengalaman dan kemampuan mumpuni di berbagai bidang. Alhamdulillah, saya bersyukur di NU banyak tokoh-tokoh hebat sekaliber Pak JK, baik yang sudah senior maupun yang masih muda-muda. Apakah Pak JK cocok menjadi Ketua Umum PBNU? Biarlah kelak peserta Muktamar NU yang memberi jawaban," katanya.

Luqman yang juga kader NU mengatakan bahwa NU sudah memiliki mekanisme dalam pemilihan ketum baru. Mereka yang menjadi pimpinan PBNU, kata Luqman adalah tokoh terbaik NU.

"Terkait kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 yang akan ditetapkan dalam Muktamar ke-34 NU besok, saya pastikan Keluarga Besar NU sudah memiliki mekanisme dan tata cara terbaik, sehingga siapapun yang terpilih sebagai Rais 'Am dan Ketua Umum PBNU, pastilah tokoh-tokoh NU terbaik," sebutnya.


(rdp/tor)