Greenpeace: Laporan Polisi ke Kami Bentuk Intimidasi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 12:47 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak dan Kiki Taufik dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritisi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait deforestasi di KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia. Ada empat poin yang disampaikan oleh Greenpeace merespons pelaporan tersebut.

Pertama, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace untuk Indonesia, Kiki Taufik, menyebut Greenpeace tentu menyayangkan atas laporan tersebut. Menurutnya, dampak dari krisis iklim tentu juga akan didapat oleh seluruh umat manusia, termasuk pelapor dan keluarganya.

"Kita tahu di Indonesia saat ini sedang menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi baik yang di Batu Malang, Sintang, yang terbaru di Kalimantan Tengah dan beberapa wilayah lain di Indonesia yang tidak hanya terkait dengan rusaknya lingkungan tapi juga ini terkait dengan krisis iklim," kata Taufik dalam konferensi virtual, pada Senin (15/11/2021).

Poin kedua Kiki menjawab atas tuduhan menyebarkan hoax atau berita bohong dalam pernyataan Greenpeace yang berujung pelaporan polisi itu. Menurutnya, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar karena data yang digunakan sebagai acuan dalam mengkritisi pidato Jokowi terkait deforestasi di KTT COP26 Glasgow adalah data dari Kementerian Lingkungan Hidup atau data pemerintah.

"Artinya kalau menuduh kami menyebarkan berita bohong berarti pelapor juga sama saja menuduh data pemerintah bohong. Greenpeace Indonesia dalam hal ini hanya menyampaikan beberapa bagian dari fakta yang tidak disampaikan oleh pemerintah sebagai penyeimbang informasi yang disampaikan kepada publik. Karena menurut kami publik berhak mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang," ucapnya.

Kemudian, Kiki mengatakan dalam laporan ke polisi itu Greenpeace dituduh menyebarkan ujaran kebencian. Kiki pun menilai tuduhan itu tidak berdasar karena dirinya mengaku tidak sama sekali ada kata-kata yang dapat dikaitkan dengan ujaran kebencian.

"Selain itu, ya kami Greenpeace Indonesia, organisasi kampanye lingkungan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip damai tanpa kekerasan," ujarnya.

Ketiga, Kiki menilai laporan ke polisi terhadap Greenpeace semakin menambah daftar panjang kasus ancaman kebebasan berekspresi dan berpendapat yang merusak iklim demokrasi Indonesia di era Jokowi. Menurutnya, penggunaan pasal-pasal Undang-Undang ITE yang bermasalah sebagai dasar pelaporan seharusnya sudah tidak diterima lagi oleh penegak hukum.

"Karena ada SKB antara Menkominfo, Jaksa Agung, dan Kapolri terkait implementasi UU ITE dan seharusnya polisi menolak laporan tersebut," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.