Akhir Sengketa Kemhan Vs Angkasa Pura II soal Lahan Bandara Palembang

Andi Saputra - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 10:55 WIB
Bandara Sutan Mahmud Badaruddin, Palembang dikepung asap.
Bandara SMB II Palembang (Hans Henricus/detikcom)

8. Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) Nomor 023/P/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950 menyatakan bahwa Lapangan-lapangan terbang serta bangunan yang merupakan bagian dari lapangan terbang dan alat-alat yang berada di lapangan dan sungguh-sungguh diperlukan untuk memelihara lapangan tersebut menjadi milik Angkatan Udara Republik Indonesia.

9. Surat Edaran Mendagri Nomor H.20/5/7 tanggal 9 Mei 1950 tentang penjelasan tanah-tanah yang dahulu diambil oleh pemerintah pendudukan Jepang, dalam Surat Edaran ini juga diberikan contoh mengenai tanah yang digunakan untuk mendirikan bangunan negeri atau untuk kepentingan Negara (kantor, sekolah) merupakan milik Negara.

10. Surat Edaran Mendagri Nomor Agr.40/25/13 Tanggal 13 Mei 1953 perihal penjelasan tanah-tanah yang dahulu diambil oleh pemerintah pendudukan Jepang sesudah akhir tahun 1953, permintaan uang tambahan kerugian atau permintaan kembali tanah-tanah peninggalan Jepang oleh bekas pemiliknya tidak akan diperhatikan lagi.

11. Gambar Situasi Lapangan Terbang Talang Betutu Palembang yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum Daerah Palembang Tahun 1953, merupakan gambar situasi kepemilikan TNI AU yang telah dibuat sejak tahun 1953 dan wilayah pada Gambar Situasi tersebut telah dikuasai oleh TNI AU.

12. Peta Lokasi Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang/Bandara SMB II Palembang dari Dinas Agraria Musi Banyuasin Tahun 1988. Peta tersebut merupakan peta lapangan terbang Talang Betutu yang menunjukkan bahwa Lapangan Terbang Talang Betutu sebagai Lapangan Terbang milik TNI AU.

13. Penetapan Status Penggunaan Kementerian Keuangan Nomor 73/KM.6/2016 tanggal 15 Maret 2016. Penetapan status ini yaitu penetapan aset tanah dari Kementerian keuangan seluas 720 Ha. kepada Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang.

14. Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 September 2019 dalam pelaksanaan rapat di Ruang Rapat Bima Kantor Cabang Halim Perdanakusuma PT. Angkasa Pura II (Persero) dengan agenda Penggunaan Bersama Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang/Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, telah dijelaskan oleh Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang bahwa Lanud Sri Mulyono Herlambang telah memiliki dasar yang kuat terhadap persil Talang Betutu Palembang yaitu dengan sertifikasi lahan seluas 2.067.811 m2 yaitu berdasarkan Sertipikat Hak Pakai Nomor 11/Kelurahan Talang Betutu, tanggal 09 September 2019, Surat Ukur Nomor 6417/Talang Betutu/2019 tanggal 06 September 2019;


(asp/mae)