PDIP DKI soal Usulan Dana Dapil Rp 49 M: Bantu Sosialisasi Program Pemda

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 23:51 WIB
Gembong Warsono merupakan Wakil Ketua Bappilu PDIP
Gembong Warsono (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

DPRD DKI Jakarta mengusulkan rancangan anggaran rencana kinerja tahunan (RKT) tahun 2022 untuk kunjungan ke dapil sebesar Rp 49 miliar. Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program pemda DKI ke masyarakat.

"Sebenarnya ini lebih pada tataran pendekatan anggota dewan kepada warga untuk menyampaikan suatu program pemerintah daerah. Kedua sekaligus menyerap persoalan-persoalan masyarakat," kata Gembong saat dikonfirmasi, Minggu (14/11/2021).

Gembong juga meyakini kunjungan dapil dapat mengakomodir kekurangan program reses yang hanya dilakukan 3 kali dalam setahun. Pasalnya, kunjungan dapil dijadwalkan selama 12 kali dalam setahun.

"Misal hasil reses hari ini baru bisa terakomodir ketika musrembang tahun berikutnya. Untuk bisa antisipasi itu, maka kunjungan dapil akan bisa menjembatani itu ketika ada program yang belum terakomodir melalu musrembang maka melalui kunjungan dapil bisa dipercepat," terangnya.

Gembong menyatakan kunjungan dapil merupakan program baru dianggarkan di tahun 2022. Anggota Komisi A itu mengatakan, rumusan Rp 49 miliar itu ditentukan oleh Sekretariat Dewan DPRD DKI Jakarta. Angka itu, sebutnya, dihitung melalui kebutuhan teknis kunjungan ke dapil-dapil meliputi sewa tenda hingga ATK.

Jika diakumulasikan, totalnya masing-masing anggota dewan mendapatkan jatah Rp 40 juta dalam sekali kunjungan.

"Sewa tenda, konsumsi, ATK, dan sebagainya. Biasanya gitu. Kemudian untuk fotokopi hal-hal yang perlu disampaikan ke masyarakat. Komponen angka Rp 40 (juta) itu di sekwan, karena ini ada cost maka komponen tau persis sekwan," jelasnya.

Di sisi lain, anggota dewan tak diwajibkan menjalani program ini selama setahun penuh. Dia menyebut seluruh pengeluaran akan diatur melalui sekrerariat DPRD DKI.

"Nggak (wajib). Dialokasikan anggaran, tapi tergantung dewannya mau digunakan atau nggak," terangnya.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta mengusulkan rancangan anggaran rencana kinerja tahunan (RKT) tahun 2022 sebesar Rp 49 miliar. Dalam rancangan RKT itu, setiap anggota dewan nantinya akan mendapatkan anggaran sekitar Rp 40 juta sekali kunjungan ke dapil masing-masing.

"Kurang lebih Rp 35 sampai Rp 40 juta sebulannya itu. Jadi sebulan (sekitar) Rp 4 miliar buat 106 anggota dewan kali 12 bulan (total) 49 miliar," kata Kepala Bagian Keuangan Sekwan DPRD DKI jakarta, Augustinus saat dikonfirmasi, Jumat (12/11/2021).

Jika diakumulasikan dengan total 106 anggota dewan, setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 4 miliar. Di sisi lain, Augustinus menegaskan anggaran ini baru sebatas usulan dalam KUA-PPAS anggaran 2022 yang akan dikaji oleh Kemendagri.

"Tapi itu baru diusulin ya, belum hasil evaluasi. Jadi hasil evaluasi kan bisa hilang dan belum tentu 2022 kegiatannya juga ada, itu baru usulan dalam KUA-PPAS," jelasnya.

Lebih lanjut Augustinus mengatakan kegiatan RKT akan diadakan selama sebulan sekali. Dia merinci, anggaran Rp 40 juta per bulannya akan digunakan anggota dewan untuk kebutuhan kunjungan ke dapil masing-masing.

"Rinciannya untuk kunjungan ke daerah pemilihan itu ada masyarakat yang diundang diberi snack dan makan. Ada berupa buku sama pulpen, ada sewa bangku, tenda. Tapi tidak ada narasumber. Karena kalau ini tidak ada narasumber di daerah pemilihan. Di RKT selama 12 bulan sampe akhir tahun 2022," ujarnya.

(taa/isa)