Hitamnya Hitam

Pembunuh Berantai Yoo Young-chul Belajar dari Film Korea

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 14:20 WIB
Yoo Young-chul si pembunuh berantai (AFP via Getty Images/AFP)
Yoo Young-chul si pembunuh berantai (AFP via Getty Images/AFP)
Jakarta -

Yoo Young-chul menjadi salah satu pembunuh berantai paling terkenal di Korea Selatan. Dia dilaporkan memiliki kepribadian yang unik. Dia pandai mengelabui polisi dan terobsesi dengan film Korea soal pembunuhan lansia.

Seperti dilansir dari Korea JoongAng Daily, Yoo mengaku telah membunuh 21 orang. Dia disebut begitu terobsesi dengan pembunuhan.

Dia sendiri bahkan mengaku sebagai 'orang pintar' dengan IQ 140. Dia memiliki riwayat dalam tipu-menipu untuk menjaga polisi lengah dan mengelak saat interogasi.

Setelah penangkapannya, dia mengaku telah membunuh 21 orang, dan juga mengomentari status pembunuh berantai lainnya dalam sejarah kriminal Korea Selatan.

Secara khusus, dia mengomentari kasus Woo Beom-gon pada 1982, mencatat bahwa Tuan Woo telah membunuh lebih banyak orang 56 daripada yang dia lakukan.

Dia juga mengatakan kepada interogatornya bahwa 58 pembunuh berada di penjara Korea, setelah lolos dari hukuman mati.

Riwayat Kejahatan dan Inspirasi dari Film Korea

Pada 2002, ketika dia ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, dia sempat berpura-pura mengidap epilepsi. Setelah dirawat di rumah sakit, dia mencoba melarikan diri. Setelah ditangkap ini, dia berjalan dengan pincang untuk membuai polisi agar menurunkan penjagaan mereka.

Di rumah Yoo, polisi menemukan beberapa barang yang menurut mereka dapat memberikan gambaran tentang karakter dan proses berpikirnya. Mereka menemukan beberapa DVD film Korea, termasuk Public Enemy, ketika seorang polisi mengejar seorang pembunuh yang membunuh orang tuanya yang sudah lanjut usia. Polisi juga menemukan kumpulan cerita dan artikel tentang senjata api.

Ditangkap dan Diadili

Seperti dilansir BBC, Yoo akhirnya ditangkap terkait dengan pembunuhan dari September hingga Juli 2004. Dia ditangkap pada Kamis (17/7/2004) pagi setelah serangan terhadap seorang terapis pijat di Seoul selatan. Dia sempat melarikan diri dari tahanan setelah polisi membuka borgolnya, tetapi ditangkap kembali.

Dia dijatuhi hukuman mati pada 19 Juni 2005 oleh Mahkamah Agung. Kasusnya, yang menggemparkan warga Korea Selatan, juga telah memicu perdebatan tentang hukuman mati di Korea Selatan. Meskipun hukuman mati masih diperbolehkan di bawah hukum, itu belum dilakukan sejak 1997.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengatakan bahwa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Yoo adalah yang paling banyak dalam sejarah pembunuhan di Korea Selatan.

"Pembunuhan sebanyak 20 orang belum pernah terjadi sebelumnya di negara ini dan kejahatan yang sangat serius. Hukuman mati tidak dapat dihindari untuk Yoo mengingat rasa sakit yang luar biasa yang ditimbulkan pada keluarga yang bersangkutan dan seluruh masyarakat," ungkap pengadilan Distrik Pusat Soeul.

(rdp/tor)