Nurdin Halid: Hasto Kebakaran Jenggot, Golkar Tak Pernah Bujuk Ganjar!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 12:58 WIB
Nurdin Halid
Nurdin Halid (Reinhard Soplantila/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Nurdin Halid menilai respons Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto soal Golkar terbuka untuk Ganjar Pranowo seperti reaksi 'kebakaran jenggot'. Nurdin membantah pernah beberapa kali membujuk Ganjar.

"Reaksi Hasto saya kira agak berlebihan, tidak tepat dan tidak faktual. Mungkin kalau saya katakan reaksi itu semacam kebakaran jenggot. Kenapa? Satu, ngapain membujuk-bujuk. Setahu saya, apalagi saya pribadi, tidak pernah membujuk daripada Saudara Ganjar. Pernyataan tersebut adalah kutipan dari diskusi teman-teman di DPR," kata Nurdin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (14/11/2021).

Nurdin mengklaim Golkar pasca-reformasi merupakan partai dengan kaderisasi kepemimpinan terbaik. Buktinya, banyak kader Golkar yang sukses mendirikan partai baru.

"Contohnya adalah banyak kader-kader Golkar yang andal, yang duduk di legislatif dan eksekutif, di tingkat nasional dan daerah. Bahkan tidak bisa dipungkiri bahwa banyak kader Golkar yang sukses mendirikan partai dan berhasil, misalnya Pak Surya Paloh dengan NasDem, Pak Prabowo Gerindra, dan Pak Wiranto Hanura, dan juga banyak kader Golkar berpartisipasi di partai lain, termasuk di PDIP," kata Nurdin.

Lebih lanjut, Nurdin setuju dengan pernyataan Hasto yang menyebut kepemimpinan lahir dari proses kaderisasi yang sistemik. Namun Nurdin mengingatkan pasca-reformasi tak ada partai yang bisa berdiri sendiri.

"Contohnya, Pemilu 2004 Ibu Mega kan berpasangan dengan Pak Prabowo dari Gerindra, bukan berpasangan dengan kader PDIP sendiri. Di tahun 2014, berpasangan dengan Pak JK, mantan Ketua Umum Golkar, kader Golkar," ujarnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menjelaskan bahwa tujuan berpolitik adalah kekuasaan. Kekuasaan, harus dicapai dengan komunikasi yang strategis.

"Jadi, dalam era multi partai, dalam proses demokrasi, ini soal kepentingan, kepentingan bangsa dan negara. Seorang politisi adalah tujuannya kekuasaan, kekuasaan itu harus dicapai dengan komunikasi politik yang strategis. Jadi saya katakan, Golkar tidak bujuk membujuk daripada Ganjar," kata Nurdin.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Daftar 'Copras-Capres 2024': Anies Baswedan hingga Luhut Pandjaitan':

[Gambas:Video 20detik]