Belum Ada Sinyal Reshuffle dan Jubir Baru dari Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 10:03 WIB
Jakarta -

Isu reshuffle kabinet akhirnya dijawab langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengaku belum memikirkan perombakan kabinet.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan setelah menghadiri acara HUT ke-10 NasDem di Akademi Bela Negara NasDem, Jl Pancoran Timur II, Jaksel, Kamis (11/11/2021).

"Reshuffle-nya belum berpikir," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan belum memikirkan rencana reshuffle. Jawabannya masih sama saat ditanya soal kemungkinan masuknya PAN ke Kabinet Indonesia Maju.

"Reshuffle-nya belum berpikir ke arah sana," kata Jokowi menjawab pertanyaan soal kemungkinan PAN masuk kabinet.

Isu reshuffle berhembus kencang sejak 2 bulan lalu, khususnya setelah PAN resmi masuk Kabinet Indonesia Maju. Kian kencang setelah Jokowi memilih Panglima TNI baru. Kabarnya, reshuffle akan digabung dengan pelantikan Panglima TNI.

Jubir Presiden

Jokowi juga menjawab teka-teki juru bicara Presiden setelah Fadjroel Rachman diangkat menjadi Duta Besar Kazakhstan. Jokowi belum memilih jubir baru.

"Belum, dijubiri sendiri saja," kata Jokowi.

Pengangkatan Fadjroel Rachman menjadi Dubes Kazakhstan sebelumnya meninggalkan kekosongan posisi jubir Presiden Jokowi. Fadjroel resmi dilantik Jokowi menjadi Dubes Dubes Kazakhstan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (25/10). Fadjroel digeser ke Kazakhstan setelah 2 tahun menjabat jubir Jokowi.

Hingga saat ini, Jokowi juga belum memberikan arahan apa pun tentang jubir presiden pengganti Fadjroel. Di samping itu, Istana sudah mempunyai tiga pejabat penting yang kerap menyampaikan pernyataan kepada publik.

"Sampai saat ini, belum ada arahan Presiden. Selain itu, di Istana sudah ada Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan KSP," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin kepada wartawan, Senin (25/10).

Pernyataan Bey tersebut senada dengan apa yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beberapa waktu lalu. Moeldoko mengatakan ada tiga pejabat yang bisa mengatasnamakan Istana, antara lain dirinya sendiri, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Ketiganya memang merupakan pejabat tinggi yang langsung dilantik oleh Jokowi.

"Kita sepakati dulu bahwa kalau mengatasnamakan Istana itu representasinya kalau di staf presiden, satu Mensesneg, kedua Menseskab, lalu KSP. Jadi kalau tenaga ahli KSP berbicara atas nama Kantor KSP, bukan atas nama Istana," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).

(knv/gbr)