Muncul Lagi Oknum Polisi Bermasalah di Sumut, Reformasi Kultural Disinggung

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 08:24 WIB
Jakarta -

Bripka P menambah daftar oknum polisi bermasalah di Sumatera Utara (Sumut). Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyinggung soal reformasi kultural di tubuh Polri.

"Saya melihat ada PR besar yang harus dilakukan untuk melaksanakan reformasi kultural Polri dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Bagi Poengky sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak oknum dan pimpinan menjadi jalan untuk masuk ke reformasi kultural.

"Instruksi yang disampaikan Bapak Kapolri sangat tepat, yaitu pimpinan harus memberikan teladan kepada anggota, membimbing dan membina anggota, serta mengawasi anggota. Jika anggota berprestasi, perli diberikan reward. Sedangkan jika anggota melakukan pelanggaran, maka harus dijatuhi hukuman," katanya.

Reformasi kultural Polri mengarahkan anggota polisi untuk mengubah mindset dan cultureset pimpinan Polri menjadi polisi yang profesional, humanis, dan menghormati HAM. "Praktik buruk di masa Orde Baru, antara lain kekerasan berlebihan, arogansi, hedonis, dan korupsi atau pungli harus dihapus," ucapnya.

Namun, proses reformasi kultural Polri tidaklah mudah. Karena, hal yang diubah adalah kultur dan pikiran. Perlu upaya sungguh-sungguh dari pimpinan dan seluruh anggota Polri.

"Perlu pengawasan yang kuat dari pengawas internal, dan didukung pengawasan dari pihak eksternal, dan masyarakat," katanya.

"Kemajuan teknologi dapat mendukung perubahan kultur tersebut, misalnya dengan pemasangan CCTV di tempat-tempat interogasi, dan ruang tahanan, pemasangan kamera ETLE di jalan-jalan yang rawan pelanggaran, serta penggunaan body camera dan dashboard camera untuk mencegah tindakan penyimpangan oknum anggota," katanya.