Sutiyoso Minta BUMD Dilibatkan dalam Konsorsium Subway

Sutiyoso Minta BUMD Dilibatkan dalam Konsorsium Subway

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 14:04 WIB
Jakarta - Puas menjajal subway di Cina, Gubernur Sutiyoso meminta agar BUMD dilibatkan dalam konsorsium subway di Jakarta yang dikeroyok oleh 14 BUMN dan swasta. BUMD yang dianggap Sutiyoso layak adalah Jakarta Propertindo."Jika kemarin pemda tidak banyak dilibatkan, kami sudah komplain. Harapan saya, bisa disusulkan. Karena dalam perjanjian, kita punya saham yang lebih besar daripada pusat," kata Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/4/2006).Sutiyoso menegaskan, satu-satunya perusahan yang punya modal besar untuk ikut dalam konsorsium subway adalah Jakarta Propertindo. Perusahaan itu dianggap punya dana yang banyak dan mumpuni.Subway di Jakarta bakal dibangun 14 BUMN dan swasta. Mereka tergabung dalam Jakarta Metro System (JMS). Konsorsium itu terdiri dari PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Indah Karya, PT Pradha, PT Wiratman Land Industry, PT Inka, PT Bukaka Trans , PT Kereta Api, PT Indonesia Transit Sentral, PT Global Protec Energy, dan PT Danareksa Sekuritas.Kereta bawah yang dibangun di Jakarta memiliki jalur sepanjang 15,4 km memiliki rute Lebakbulus-Fatmawati- Senayan-Dukuh Atas-Bundaran HI. Pembangunan subway akan dilakukan pemerintah pusat. Sedangkan Pemprov DKI bertugas melakukan pembebasan lahan warga yang terkena proyek tersebut.Sebelumnya, Wagub Fauzie Bowo telah menyatakan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam pembangunan fasilitas transportasi massal itu, padahal Jakarta adalah tuan rumah proyek itu.Sementara, Direktur Jakarta Propertindo I Gusti Ketut Suwena yang dihubungi wartawan hari ini menyatakan kesiapannya untuk turut bergabung membangun subway. "Kalau itu kebijakan dari pemda, ya kami siap. Harus siaplah," tegasnya.Perannya seperti apa? "Saya belum berani berkomentar karena kita belum tahu persis. Tapi yang jelas kalau memang pemerintah memberikan kebijakan tentang subway tersebut pada kita, ya kita siap," ujarnya.Jaminan PemerintahSutiyoso juga membandingkan dengan subway yang ada di Shanghai, Cina, yang baru saja ditengoknya."Subway di Cina didanai 100 persen oleh pemerintah Cina dan mereka sudah membuatnya ratusan kilometer. Saya berharap, dana pemerintah untuk subway harus ada, apalagi pinjaman dari Jepang sudah dibatalkan. Maka saya minta jaminan dari pemerintah," bebernya.Awalnya, proyek pembangunan subway akan didanai Japan Bank for International Corporation (JBIC). Namun, hal itu kandas karena terjadi ketidaksepahaman antara pemerintah Indonesia dan Jepang. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads