Pelapor Penipuan CPNS Respons Penahanan Olivia Anak Nia Daniaty

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 18:45 WIB
Pihak pelapor Olivia Nathania menanggapi penahanan anak Nia Daniaty
Pihak pelapor Olivia Nathania menanggapi penahanan anak Nia Daniaty (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Pihak pelapor menanggapi penetapan tersangka dan penahanan Olivia Nathania di kasus penipuan rekrutmen CPNS. Pihak pelapor pun mengapresiasi kinerja polisi.

"Yang pasti, kami menyampaikan apresiasi atas kinerja pihak kepolisian. Yang cepat, tepat, dan berimbang dalam perkara ini terhadap penangkapan dan penetapan Olivia," kata kuasa hukum pelapor, Odie Hudiyanto, kepada wartawan di kantornya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/11/2021).

Odie mengatakan keadilan harus ditegakkan demi para korban yang telah tertipu. Menurut Odie, total ada 225 korban yang telah tertipu penipuan CPNS.

"Yang perlu kami sampaikan, tentu saja prihatin karena dia mempunyai keluarga dan anak. Ini bukan persoalan kalah dan menang, tapi tentu saja mencari keadilan," kata dia.

"Tapi dia juga harus menjaga perasaan keluarga lain yang tentu saja mungkin lebih parah, karena sudah nunggu dua tahun, kehilangan pekerjaan, pinjam ke sana sini, dikejar sama rentenir, kehilangan rumah, dan yang lainnya," tambahnya.

Odie mengatakan, jika pada akhirnya ada penangguhan penahanan, dia ingin polisi juga melihat perspektif korban.

"Jadi kalau misal ada penangguhan penahanan, tolong dilihat lagi kepentingan korban yang banyak ini, yang jumlahnya bukan hanya satu dua orang tapi ratusan. Kami menyebutnya ini perkara mafia CPNS terbesar pascareformasi ya dengan jumlah 225 orang dengan kerugian yang besar," kata dia.

Pelapor Ingin Uang Kembali

Sementara itu, Agustin, selaku pelapor, meminta pertanggungjawaban dari pihak Olivia dan keluarga.

"Masalahnya uang segitu banyak, ke mana kita kan nggak tahu. Saya minta dia bertanggung jawab bagaimanapun caranya," ujarnya.

Jika dari pihak Olivia tidak bisa membayarkan sejumlah uang tersebut, sebagai kuasa hukum pelapor, Odie mengatakan akan menempuh jalur hukum yang lain.

"Bahwa anggaplah nanti tidak ada iktikad baik untuk mengembalikan uang dari pihak mereka. Maka kita akan laporkan lagi dengan hukum yang lain. Kita masih percaya uang itu belum habis dan mereka harus mengembalikan uang itu kepada para korban," ujar Odie.

(mea/mea)