Diungkit Fadli Zon Saat Sindir Jokowi Motoran, Begini Kondisi Banjir Sintang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 11:43 WIB
Banjir di Sintang, Kalbar belum surut
Banjir di Kabupaten Sintang, Kalbar, sudah berlangsung selama 3 pekan. (Adi Saputro/detikcom)

BPBD Kabupaten Sintang mencatat ada kurang-lebih 35.117 unit rumah yang terendam banjir hingga 300 sentimeter, 5 unit jembatan rusak berat, dan beberapa sarana-prasarana lainnya juga terdampak.

2 Warga Sintang Meninggal

Banjir di Kabupaten Sintang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban berada di dua kecamatan berbeda.

"Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai Sintang, Provinsi Kalimantan Barat," kata Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dikutip Antara, Sabtu (6/11).

Abdul menyebut banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan tinggi air sekitar 300 sentimeter dari permukaan tanah.

Sintang Masih Berstatus Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Sintang telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Sintang selama 30 hari terhitung mulai 13 Oktober hingga 16 November 2021. Tercatat ada 140 ribu lebih warga yang terkena dampak banjir tersebut.

"Bencana banjir yang hingga kini masih melanda Kabupaten Sintang itu telah berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (9/11).

BPBD Kabupaten Sintang mencatat ada 32 titik pengungsian, tetapi lebih banyak warga yang memilih mengungsi ke tempat saudara masing-masing.

Bantuan Gratis Pemkab Sintang

Pemkab Sintang mengimbau warganya tetap menjaga kesehatan. Pemkab Sintang menyediakan layanan pengobatan gratis untuk warga.

"Kami menggratiskan seluruh warga terdampak apabila ada yang mau berobat. Jadi yang meninggal dunia ada dua orang, itu karena tenggelam dan kena stroke. Jadi saya anjurkan masyarakat Sintang janganlah berlama-lama di air. Untuk kondisi air, selain penyakit, ada juga binatang berbisa," kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh, Rabu (10/11/2021).

Banjir SintangKepala BNPB saat meninjau banjir Sintang (Foto: dok. Istimewa)

Sementara itu, Polri dan BPBD menyiapkan truk tronton untuk membantu masyarakat menyeberangi genangan air. Jasa truk tronton tersebut digratiskan bagi warga dengan kendaraan mobil atau motor.

Gubernur Usir 20 Pengusaha Sawit

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengusir 20 pengusaha sawit karena tak mau membantu penanganan banjir. Sutarmidji marah karena pihak perusahaan sawit hanya mengirimkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan terkait sikap perusahaan.

"Kemarin saya undang 20-an perusahaan perkebunan sawit untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir, tapi mereka enak aja jawab. Perusahaan mereka tidak di lokasi banjir, harus minta persetujuan atasan dan lain-lain, kesal saya ya saya usir aja," tulis Sutarmidji dalam akun Facebooknya, Rabu (10/11/2021).

Sutarmidji menilai pihak perusahaan sawit tidak peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Dia menilai perkebunan sawit punya andil terhadap terjadinya banjir di Kalbar.

"Mereka ini tidak punya hati, sangat kurang peduli dengan masyarakat. Yang menderita mungkin akibat ulah mereka. Kalau mereka tidak peduli dengan masyarakat Kalbar, ya saya juga nggak peduli mereka ada atau tidak di Kalbar," ujarnya.


(jbr/hri)