Sindiran dan Pembelaan Saat Puan Tanam Padi Hujan-hujanan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 07:00 WIB
Momen Puan tanam padi bersama petani di tengah hujan
Puan Maharani menanam padi di tengah hujan (Foto: Dok. Istimewa).

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Said Abdullah membela Puan seraya membeberkan data sedih soal pertanian RI. "Keikutsertaan Ibu Puan Maharani bercocok tanam dengan petani sebaiknya kita maknai positif. Berpikir positif itu menyehatkan. Lebih jauh saya mengajak melihat perhatian Bu Puan kepada para petani. Marhaenisme yang dipikirkan oleh Bung Karno, kakek Bu Puan, adalah hasil pergulatan dengan para petani. Nasib petani kita belum baik, masih jauh dari kata sejahtera," kata Said.

Said membeberkan data Indeks Tanaman Pangan (ITP). Dia menjelaskan kondisi petani memprihatinkan lantaran ITP mengalami penurunan hingga ke angka 90-91 sejak 2017.

"Bahkan bila kita lihat dalam rentang yang lebih panjang, porsi sektor tanaman pangan terhadap PDB terus mengalami penurunan. Pada tahun 2010 share sektor tanaman pangan terhadap PDB sebesar 3,69 persen, pada tahun 2015 turun menjadi 3,25 persen dan tahun 2020 kembali turun ke 3,07 persen," ujar pria yang juga Ketua Badan Anggaran DPR ini.

Kondisi ITP yang rendah ini, kata dia, menyebabkan Indonesia terus melakukan impor pangan. Kondisi ini juga yang akhirnya menyebabkan tingginya kemiskinan di desa. Atas dasar itulah, menurut dia, akhirnya Puan turun ke bawah mencoba mendorong pembangunan pertanian. Puan mencoba memaksimalkan kerja pada sektor pertanian.

"PDI Perjuangan yang salah satunya direpresentasikan oleh Bu Puan ingin mendorong pembangunan pertanian kita lebih berkualitas, memaksimalkan kerja kerja pada sektor pertanian yang telah dibangun oleh Presiden Jokowi agar pada tahun 2024 kita sudah mulai mengurangi ketergantungan pangan dari suplai impor, dan secara perlahan menjadi negara berdaulat di bidang pangan," ujarnya.


(gbr/fas)