Pesawat Cessna Dimonim Air Pecah Ban di Bandara Ngurah Rai Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 23:21 WIB
Pesawat jenis Cessna-208 Caravan yang dioperasikan oleh Dimonim Air pecah ban di Bandara Ngurah Rai Bali. (Dok. Bandara Ngurah Rai Bali)
Pesawat jenis Cessna-208 Caravan yang dioperasikan oleh Dimonim Air pecah ban di Bandara Ngurah Rai Bali. (Dok. Bandara Ngurah Rai Bali)
Denpasar -

Sebuah pesawat jenis Cessna-208 Caravan yang dioperasikan oleh Dimonim Air mengalami insiden pecah ban di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Meski begitu, pihak bandara memastikan situasi masih aman.

"Aman kok aman, semuanya aman, penumpang aman, terus landasan juga aman, nggak ada yang rusak," kata Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira saat dihubungi detikcom, Jumat (12/11/2021) malam.

Taufan mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 17.34 Wita. Awalnya pesawat charter medical flight tersebut terbang dari Bandara Internasional El Tari, Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Pesawat dengan rute penerbangan Kupang-Denpasar tersebut mengangkut sebanyak lima orang penumpang. Mereka terdiri dari dua pilot, dua teknisi, dan satu tenaga kesehatan.

Pesawat tersebut diketahui mengalami pecah ban saat pilot merasakan goyang pada ban kiri ketika landing di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Awalnya landing, terus ketika mau masuk taxi (way) pilotnya kerasa kayak ban kirinya goyang," jelas Taufan.

Karena pesawat dirasakan goyang, pilot kemudian memberhentikan pesawat pada runway sebelum masuk ke taxi way. Setelah itu pesawat kemudian digeret menuju taxi way bandara.

"Ya iya begitu mereka berhenti di runway sebelum masuk taxi itu close, terus pesawat digeret ke taxi baru open bandara," tutur Taufan.

Taufan mengatakan, akibat insiden pesawat dengan registrasi PK-HVX tersebut menyebabkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tutup selama satu jam lebih. Kondisi itu mengakibatkan delapan penerbangan yang terdampak.

"Delapan (penerbangan yang terdampak). Tiga datang lima berangkat. (Tidak batal) delay saja," ungkap Taufan.

(isa/isa)