Cegah Delta Plus Masuk RI, Kemenkumham Minta Pintu Imigrasi Diperketat

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 16:41 WIB
Sekjen Kemenkum HAM Andap Budhi Revianto
Sekjen Kemenkumham Andap Budhi Revianto (Foto: dok. Kemenkumham)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia cenderung melandai, Indonesia pun mulai membuka pintu masuk Imigrasi dan perbatasan RI. Sekjen Kemenkumham Andap Budhi Revianto meminta jajaran kantor wilayah yang tempat pemeriksaan Imigrasinya dibuka sebagai pintu masuk kedatangan internasional untuk memperketat protokol kesehatan (prokes).

Hal tersebut untuk mencegah masuknya varian baru Corona yang terus bermutasi.

"Persiapkan SOP dengan baik serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebagai langkah antisipasi adanya varian baru COVID-19 A.Y.4.2 atau Delta Plus, khususnya bagi kantor wilayah yang memiliki tempat pemeriksaan Imigrasi yang dibuka sebagai gerbang internasional yang berbatasan dengan negara lain," kata Andap dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/11/2021).

Hal itu disampaikan Andap dalam arahannya kepada seluruh ASN Kemenkumham saat menghadiri upacara Hari Pahlawan di Jakarta, Rabu (10/11). Pada masa pemberlakuan PPKM, tercatat Kemenkumham telah 14 kali mengeluarkan surat edaran. Yang terakhir adalah Surat Edaran Nomor SEK-27.OT.02.02 tanggal 9 November 2021.

Andap meminta agar ASN Kemenkumham mempedomani arahan Presiden, Menkumham, dan berbagai regulasi terkait penerapan PPKM di tiap level wilayah masing-masing.

"Saya meminta kepada seluruh ASN agar pahami dan pedomani arahan Presiden dan Menteri serta berbagai regulasi terkait pelaksanaan PPKM dengan baik sesuai tugas dan fungsi yang didasari pada leveling PPKM di wilayah masing-masing," katanya.

Berdasarkan surat edaran dimaksud, berikut adalah kantor-kantor Imigrasi yang dibuka untuk pintu masuk kedatangan internasional atau memiliki perlintasan negara: Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Provinsi Banten; Bandara Hang Nadim di Batam, Provinsi Kepulauan Riau; Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau; Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Provinsi Bali; Bandara Sam Ratulangi di Manado, Provinsi Sulawesi Utara; Pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau; Pelabuhan Nunukan di Provinsi Kalimantan Utara; Pos Lintas Batas Negara Aruk dan Entikong di Provinsi Kalimantan Barat; dan Pos Lintas Batas Negara Motaain di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kemudian, Andap memberikan perhatian khusus kepada Kanwil NTB dan Bali yang menjadi lokasi world superbike dan pertemuan G-20 akan diselenggarakan.

"Bagi kanwil yang terdapat event internasional, seperti world superbike di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dan pertemuan G20 di Bali agar lebih memperketat pengawasan, mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Andap.

Selain itu, Andap menginstruksikan dilakukannya pengawasan secara ketat dan intens agar para pegawai menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat melakukan aktivitas di berbagai tempat.

"Satgas COVID-19 pada masing-masing satker agar secara intens memonitor kondisi pegawai dan dilarang menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saat libur Natal dan tahun baru 2022," ungkapnya.

(yld/fjp)