RI-Malaysia Teken Kerja Sama Pertukaran Data Intelijen

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 22:01 WIB
Kerja sama RI-Malaysia bidang kepabeanan.
Foto: dok. Ditjen Bea dan Cukai
Jakarta -

Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dan Menkeu Malaysia, Tengku Zafrul Tengku Abdul Azis sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang kepabeanan. Adapun penandatanganan nota kesepahaman di Istana Bogor tersebut mencakup pertukaran data/informasi yang bersifat administratif dan intelijen.

Selain itu juga terkait capacity building untuk kedua pihak, sekaligus mengakomodasi pertukaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi. Pihak yang menjadi Badan Pelaksana Nota Kesepahaman ini adalah Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia.

"Nota Kesepahaman ini merupakan payung hukum yang diinisiasi Kastam Diraja Malaysia dan disambut baik oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai), Kementerian Keuangan. Gagasan ini disampaikan dalam Bilateral Meeting kedua Administrasi Kepabeanan ke-12 yang diselenggarakan di Melaka, Malaysia tahun 2014," ungkap Ditjen Bea dan Cukai dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2021).

"Pada Agustus 2021 kedua belah pihak telah melakukan finalisasi dan menyepakati draft Nota Kesepahaman tersebut sehingga dapat ditandatangani oleh Menkeu masing-masing negara," imbuhnya.

Diketahui, sinergi Indonesia dan Malaysia di bidang kepabeanan sudah berlangsung lama. Salah satu bentuknya adalah Annual Bilateral Meeting yang diagendakan setiap tahun sejak 2003. Pertemuan rutin tahunan ini merupakan pertemuan level Direktur Jenderal masing-masing Administrasi Kepabeanan sebagai sarana diskusi isu-isu kepabeanan di kedua negara dan meningkatkan kerja sama yang ada.

Adapun bentuk kerja sama lainnya yaitu dalam melakukan pengawasan bersama di wilayah perbatasan. Operasi di bidang pengawasan seperti Patroli Koordinasi Kastam Indonesia dan Malaysia (Patkor Kastima) dan joint task force on narcotics dilakukan secara berkesinambungan dan telah berhasil menggagalkan beberapa upaya pelanggaran hukum di bidang kepabeanan.

Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini, diharapkan bisa semakin memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Serta membuka peluang kerja sama di bidang lainnya, seperti perdagangan lintas batas dan keuangan syariah. Selain itu juga meningkatkan pengawasan perbatasan Indonesia-Malaysia sehingga dapat menekan tingkat pelanggaran kepabeanan dan cukai.

Sementara itu, dalam pertemuan pada hari ini di Gedung Kementerian Keuangan ini, Sri Mulyani beserta Menkeu Malaysia juga berbagi pengalaman serta pemahaman terkait penanganan krisis keuangan global dan krisis akibat pandemi COVID-19. Termasuk soal kebijakan extraordinary dalam menangani ketidakpastian sebagai dampak pandemi.

Keduanya juga saling berbagi mengenai berbagai kebijakan di masa pandemi, termasuk mengelola progres pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal. Ke depan, kedua belah pihak sepakat juga untuk berbagi perhatian dan akan semakin mempererat kerja sama di berbagai bidang terkait isu ekonomi, keuangan dan fiskal termasuk pengembangan sektor keuangan Islam dan pendalaman sektor keuangan.

Beberapa hasil kerja sama Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia tersebut adalah menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal, seperti narkotika, barang bekas, barang yang dilarang dan dibatasi serta hasil hutan ilegal.

(prf/ega)