Tilang Ditunda, Polisi Usul Pemprov DKI Perbanyak Bengkel Uji Emisi

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 19:19 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggelar uji emisi gratis untuk kendaraan roda dua maupun empat. Antusias warga yang ingin uji emisi mengakibatkan antrean panjang.
Ilustrasi lokasi uji emisi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan tilang uji emisi kendaraan 13 November ditunda. Polisi mengusulkan Pemprov DKI Jakarta memperbanyak fasilitas untuk uji emisi sebelum sanksi tilang diterapkan.

"Ada pernyataan hasil rapat nyatakan akan ada penindakan dengan tilang tanggal 13 November. Rapat tadi sudah putuskan penindakan dengan tilang ditunda," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Menurut Sambodo, ada sejumlah pertimbangan sanksi tilang uji emisi urung dilakukan. Salah satunya, ketersediaan bengkel uji emisi di Jakarta yang belum memadai.

"Tempat untuk bengkel uji emisi memang belum memadai dibanding dengan jumlah seluruh kendaraan yang harus uji emisi di Jakarta," terang Sambodo.

Sambodo mengatakan setidaknya dibutuhkan 500 bengkel uji emisi untuk kendaraan roda empat. Bagi kendaraan roda dua setidaknya diperlukan 1.400 bengkel uji emisi di Jakarta.

"Itu untuk bisa cover seluruh kendaraan di Jakarta yang berusia di atas tiga tahun yang harus diuji emisi yang jumlahnya 4,5 juta roda empat dan 14 juta sepeda motor," terang Sambodo.

Lebih lanjut Sambodo mengatakan, meski sanksi tilang ditunda, polisi tetap akan melakukan pengawasan kendaraan terkait sanksi uji emisi. Polisi nantinya bakal melakukan pengecekan secara acak.

Namun, ditegaskan Sambodo, kendaraan yang emisi gas buangnya melebihi baku mutu baru akan diberi sanksi sebatas teguran saja.

"Nanti, apabila setelah diperiksa kendaraan tersebut melebihi baku mutu yang diperbolehkan, akan diberikan tindakan represif dan teguran. Ini supaya yang bersangkutan menuju bengkel pemeriksaan atau memperbaiki sistem," pungkas Sambodo.

(ygs/mea)