7 Kecamatan di Katingan Kalteng Banjir, Tinggi Air Meningkat

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 17:17 WIB
Warga menerobos banjir yang merendam permukiman sekitar rumahnya di Jalan Kelud, Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat (10/9/2021). Sebanyak enam kabupaten di Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dari total 11 Kabupaten/Kota yang dilanda bencana itu sejak Sabtu (21/8). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Banjir di Katingan pada September lalu. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Jakarta -

Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih dilanda banjir. Tinggi muka air (TMA) dilaporkan berkisar 30-50 sentimeter (cm).

Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (10/11) pukul 19.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan mencatat tujuh kecamatan terdampak banjir per Jumat (12/11). Ketujuh kecamatan tersebut ialah Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Marikit, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, dan Kecamatan Katingan Hilir.

Kerugian materi yang ditimbulkan akibat bencana tersebut masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Katingan. Hingga siaran pers ini diturunkan, tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa.

BPBD Kabupaten Katingan terus berkoordinasi dengan lintas instansi terkait dalam upaya percepatan penanganan banjir Kabupaten Katingan.

"Adapun kondisi saat ini dilaporkan tinggi muka air mengalami peningkatan," ujar dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan prakiraan cuaca bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kalteng.

BMKG juga menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia juga akan mengalami fenomena La Nina hingga Februari 2022. Fenomena itu mempengaruhi terjadinya peningkatan intensitas hujan dan dapat berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Menyikapi adanya prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG tersebut, BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan yang ada di daerah agar mengambil langkah mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.

Upaya pencegahan itu harus dilaksanakan melalui sinergisitas seluruh unsur, mulai pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa.

"Hal itu sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo bahwa pencegahan dan mitigasi harus diutamakan dalam penanggulangan bencana," ucap dia.

(jbr/idh)