Jadi Buron 9 Tahun, Koruptor Laptop Sekolah di Keerom Papua Ditangkap!

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 16:57 WIB
Eks Direktur CV Romba Putra bernama I Made Jabbon Suyasa Putra ditangkap oleh Tim Tangkap Buron Kejaksaan. Jabbon ditangkap setelah buron selama 9 tahun. (dok Istimewa)
Eks Direktur CV Romba Putra bernama I Made Jabbon Suyasa Putra ditangkap oleh Tim Tangkap Buron Kejaksaan. Jabbon ditangkap setelah jadi buron 9 tahun. (Foto: dok Istimewa)
Denpasar -

Eks Direktur CV Romba Putra bernama I Made Jabbon Suyasa Putra ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan. Jabbon ditangkap setelah jadi buron selama 9 tahun.

Jabbon merupakan terpidana korupsi atas pengadaan laptop dan genset pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom, Papua. Ia melakukan perbuatan tersebut bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom Sakir.

"Pekerjaan tersebut belum selesai 100 persen namun terpidana melampirkan dokumen pekerjaan seolah-olah pekerjaan telah selesai 100 persen sehingga dilakukan pembayaran pekerjaan sebesar 100 persen dengan nilai kerugian negara Rp 805.908.700," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A Luga Harlianto, Jumat (12/11/2021).

Jabbon ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Kejati Bali, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejati Papua.

Pria tersebut diburu selama 9 tahun oleh Kejati Papua untuk dieksekusi berdasarkan putusan tingkat kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012.

Sebelumnya, Jabbon ditahan sejak tahap penyidikan hingga tahap upaya hukum di tingkat banding. Pada saat menunggu putusan kasasi, Jabbon dikeluarkan karena masa penahanannya telah habis.

"Sejak saat itu terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra tidak berada lagi di domisili tempat tinggalnya sesuai berkas perkara sehingga tidak dapat dilakukan eksekusi pada saat putusan kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012," terang Luga.

Beberapa bulan terakhir, Kejati Papua mendapatkan informasi Jabbon berada di kediamannya yang berada di Banjar Tengah Bon Biu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Pihak Kejati Papua dan Kejati Bali akhirnya melalukan pemantauan intensif kepada yang bersangkutan.

"Pagi ini sekitar pukul 06.00 Wita langsung diamankan oleh Tim Tangkap Buron Kejati Bali dan Kejati Papua untuk selanjutnya akan dibawa ke Jayapura untuk melaksanakan putusan tingkat kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012," jelas Luga.

Luga menjelaskan terpidana, berdasarkan putusan Nomor 392 K/Pid.sus/2012, dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, terpidana diwajibkan membayar uang pengganti Rp 740.908.700 subsider 1 tahun penjara.

Putusan Nomor 392 K/Pid.sus/2012 menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas I-A Jayapura Nomor 02/Pid.Tipikor/2011/PN.Jpr. tanggal 27 September 2011 juncto putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Jayapura Nomor 04/Tipikor.Banding/2011/PT.Jpr. tanggal 21 November 2011.

"Putusan tersebut pada intinya menyatakan terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara," papar Luga.

Tindak kejahatan yang dilakukan terpidana sebagaimana dalam pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Regulasi itu sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

(jbr/jbr)