Suara Mahasiswa

BEM Unri Dukung Permen PPKS, tapi Minta Frasa 'Tanpa Persetujuan' Direvisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 15:46 WIB
Wakil Ketua BEM Unri, Razali (dok. Istimewa)
Wakil Ketua BEM Unri, Razali (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

BEM Universitas Riau (Unri) mendukung Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Namun, BEM Unri menilai perlu ada penyempurnaan di sejumlah pasal.

"Prinsipnya BEM Unri mendukung Permen itu, ketika maksudnya untuk mencegah ya kita dukung," terang Wakil Ketua BEM Unri, Razali, Jumat (12/11/2021).

Dia mengatakan akan memberikan rekomendasi agar Permen 30 itu disempurnakan. Menurutnya, BEM Unri tidak ingin perzinaan dilegalkan lewat Permen 30, yang diteken langsung Mendikbudristek Nadiem Makarim.

"Ada beberapa pasal dalam Permen yang rancu. Kita tentunya sudah membaca dan mengkaji pasal-pasal yang ada di Permen 30 dan mengarah akan melegalkan kasus seksual atau perzinaan di kampus," ucap Razali.

Dalam Pasal 5 ayat (2) ada beberapa poin yang mengatur kekerasan seksual. Ada frasa 'tanpa persetujuan korban' yang dikhawatirkan BEM Unri malah bisa memicu seks bebas legal di kampus bila ada persetujuan.

"Pasal 5 itu jelas, ada penyampaian bahwa 'tanpa persetujuan'. Jadi kalau ini disetujui korban, berarti boleh? Makanya kami tidak setujui untuk pasal ini," katanya.

"Jangan nanti mahasiswa mau, dosen atau pihak-pihak di kampus sama-sama mau ini jadi legal. Jadi sekarang kami masih minta masukan tokoh, ulama dan nantinya akan kami sampaikan pernyataan sikap. Kita tak mau zina jadi legal dengan alasan disetujui korban," katanya.

BEM Unri meminta Mendikbudristek Nadiem menerima masukan dari berbagai pihak. Dia berharap Permen 30 bisa lebih sempurna dan melindungi siapa saja yang ada di lingkungan kampus.

"Harapan kami mas Menteri Nadiem nanti mau mendengarkan masukan masyarakat dan mahasiswa. Kita tahu prinsipnya mas menteri ini membuat Permen 30 tujuannya adalah melindungi insan di kampus," ujar Razali.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.