Suara Mahasiswa

Kopri PMII DKI Dukung Pemendikbud PPKS: Ciptakan Ekosistem Pendidikan Nyaman

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 14:59 WIB
etua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta, Agustini Nurur Rohmah
Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta, Agustini Nurur Rohmah (Foto: dok. PMII)
Jakarta -

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pengurus Koordinator Cabang PMII (PKC PMII) DKI Jakarta mendukung Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus. Mereka meminta perguruan tinggi segera menjalankan Permen Nadiem Makarim tersebut.

"Permendikbudristek ini bagi KOPRI PKC PMII DKI Jakarta, selain inisiatif baik dalam menghasilkan ekosistem pendidikan yang nyaman dan merdeka dari kekerasan seksual yang marak terjadi di perguruan tinggi, tetapi juga berpihak kepada keadilan gender. Di lain sisi, peraturan ini perlu dikawal secara ketat pada tataran implementasi," ujar Ketua Kopri PKC PMII DKI Agustini Nurur Rohmah dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021).

Agustini menyebut adanya Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) telah mengakomodasi langkah pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Terlebih, Satgas telah melibatkan sivitas akademika dan mahasiswa.

Namun ada beberapa catatan dari Kopri PMII PKC DKI, salah satunya soal masih belum jelas skema dan tugas dari Satgas PPKS tersebut.

"Kami siap memperkuat dan mengawal Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang PPKS tetapi juga akan mendorong Kemendikbudristek segera membentuk satuan tugas percepatan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswa sebelum peraturan ini dikeluarkan," kata Agustini.

Kopri PKC PMII DKI Jakarta mengaku akan mengawal kasus-kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.

"Kopri PKC DKI Jakarta akan menjadi lokomotif gerakan-gerakan perempuan di Indonesia pada umumnya dan terkhusus di seluruh perguruan tinggi di DKI Jakarta dalam mengawal setiap kasus kekerasan terhadap perempuan baik yang melibatkan mahasiswa dan dosen, ataupun unsur sivitas akademika lainnya yang menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakmerdekaan dalam belajar. Sesuai amanat tujuan pendidikan nasional No 20 Tahun 2003," katanya.

(aik/dnu)