Viral Helikopter Terbang Rendah Robohkan Atap di Sumsel, TNI Beri Penjelasan

M Syahbana - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 12:53 WIB
Palembang -

Video menunjukkan helikopter terbang rendah hingga merobohkan atap kios di Sumatera Selatan (Sumsel) viral. TNI menjelaskan awal mula peristiwa itu dan menyebut kerusakan telah diperbaiki.

Peristiwa itu disebut terjadi saat TNI tengah mengelar Latancab Kartika Yudha 2021 di Ogan Komering Ulu, Sumsel. Helikopter itu terbang di kawasan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Jumat (5/11/2021).

Dilihat detikcom, Jumat (12/11/2021), dalam video itu terlihat helikopter itu terbang dan angin yang dihasilkan dari baling-baling helikopter membuat atap kios pempek roboh. Warga yang berada di sekitar lokasi terlihat berlarian.

Atap rusak akibat angin dari helikopter diperbaiki TNI (dok. Istimewa)Atap rusak akibat angin dari helikopter (dok. Istimewa)

Kapendam II Sriwijaya Letkol Jono Marjono membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan seluruh kerusakan langsung diperbaiki oleh pihaknya.

"Informasinya benar, semua kerusakan sudah langsung diperbaiki," kata Letkol Jono.

Dia mengatakan peristiwa itu diduga terjadi karena konstruksi atap kios kurang baik sehingga roboh. Dia mengatakan bangunan dibuat lebih kokoh.

"Kejadiannya benar Jumat sore, itu karena salah satu bangunan yang konstruksi atap di depan kios pempek itu rapuh. Diduga pakai bahan yang kualitasnya kurang baik, jadi roboh. Hari itu juga tim perbaikan langsung turun ke lokasi untuk memperbaiki, dan saat ini bangunan itu malah lebih kokoh lagi dari sebelumnya," kata tim Dispenad, Mayor Infanteri Hikmat Illahi, dalam keterangan terpisah.

Atap rusak akibat angin dari helikopter diperbaiki TNI (dok. Istimewa)Atap rusak akibat angin dari helikopter diperbaiki TNI (dok. Istimewa)

Menurut Hikmat, helikopter sudah terbang sesuai aturan. Dia juga mengatakan pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan ke instansi terkait dan warga sekitar soal latihan tersebut.

"Helikopter sesuai dengan ketentuan terbang di daerah aman terbang, kerusakan hanya satu itu saja, tidak ada yang lain. Sebelumnya, kita juga sudah memberikan pemberitahuan ke berbagai pihak dan masyarakat sekitar bahwa akan dilaksanakan latihan di daerah Puslatpur sini dan apabila ada kerugian atau kerusakan TNI AD akan mengganti," terangnya.

Hikmat mengatakan Latancab Kartika Yudha 2021, yang digelar di Pusat Latihan Tempur Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Puslatpur Kodiklatad), Baturaja, akan ditutup pada 18 November 2021.

"Dalam latihan ini, terjalin kerja sama antar-kecabangan, digelar selama 18 hari, akan dilakukan penutupan pada 18 November nanti. Ada sekitar 2.500 personel, kendaraan tempur alusista juga banyak," jelas Hikmat.

Para prajurit yang ikut latihan itu berasal dari Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), Satuan Intelijen, Satuan Teritorial, serta Satuan Bantuan Administrasi. Total, ada 2.709 prajurit yang menjadi peserta Latancab Kartika Yudha 2021 TNI AD.



(haf/haf)