Rekaman VCS Beredar, Anggota DPRD Merangin Partai Berkarya Dilaporkan ke BK

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 10:47 WIB
XXX Key with trap on keyboard, 3D rendering
Ilustrasi aksi VCS (Foto: iStock)
Merangin -

Rekaman video call sex (VCS) diduga dilakukan seorang anggota DPRD Merangin, AT, bersama seorang wanita viral. Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi, minta maaf.

"Mewakili dari anggota DPRD Merangin Jambi dan atas nama DPRD Kabupaten Merangin, saya meminta maaf atas perbuatan oknum DPRD Merangin yang mana telah membuat masyarakat kecewa, tentu bukan hanya dari masyarakat Merangin saja, karena ini sudah viral, saya rasa seluruh Indonesia juga mungkin tahu, maka dari itu saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Herman kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Video itu berdurasi 2 menit 25 detik. Herman mengatakan pihaknya telah memanggil AT untuk dimintai klarifikasi.

"Kejadian adanya video viral yang dilakukan oknum DPRD di Kabupaten Merangin atas hal yang tidak terpuji dengan melakukan VCS dengan seorang wanita itu adalah benar. Oknum itu juga sudah mengakui juga perbuatannya saat kita panggil untuk klarifikasi," kata Herman.

AT merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Bekarya. Dia diduga VCS bersama wanita itu pada 27 Oktober 2021. AT disebut mengaku kenal wanita itu dari media sosial (medsos) dan akhirnya melakukan VCS bersama.

"Saat pemanggilan yang kita lakukan ke oknum ini, oknum ini mengaku kalau dirinya mengenal wanita itu dari akun media sosial, lalu kemudian lakukan VCS itu. VCS itu juga terjadi pada 27 Oktober 2021, namun kini telah beredar luas, kita juga tidak dapat mentoleransi atas perbuatan tidak terpuji oknum itu," ujar Herman.

Dia menegaskan AT bakal diberi sanksi tegas. Menurutnya, perbuatan AT telah mencoreng nama baik DPRD Merangin.

"Apa yang dilakukan oknum ini sudah sangat tidak baik, atas perbuatannya itu sebanyak 34 dewan lainnya juga merasa tercoreng di hadapan masyarakat, karena 1 yang berbuat 34 lainnya bisa kena imbas di mata masyarakat. Ini bukan contoh yang baik malah memberikan contoh buruk ke masyarakat, harusnya sebagai wakil rakyat diminta bekerja demi rakyat bukan untuk melakukan perbuatan tidak senonoh," sebut Herman.

Dia mengatakan dirinya telah melaporkan AT ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Merangin. Dia mengatakan AT terancam dicopot dari jabatannya.

"Kalau dari pihak DPRD mungkin sanksi tegasnya itu bisa dicopot jabatannya, ya terancam di-PAW lah. Tapi kalau untuk segi kepartaian kita tidak tahu nantinya bagaimana, saya rasa partai dari oknum itu juga akan mengambil langkah, karena itu internal ke partai oknum tersebut lah yang nentukannya," kata Herman.

(haf/haf)