Gempur Rokok Ilegal, Pemkot-Bea Cukai Kediri Sosialisasi Lewat Tinju

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 10:36 WIB
Tinju di Kediri
Foto: Pemkot Kediri
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) menggelar pertandingan tinju. Pertandingan yang diselenggarakan secara tertutup dan disiarkan langsung di Kanal YouTube milik Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar itu sekaligus untuk mensosialisasikan rokok ilegal.

Menurut Abu, pertandingan ini sengaja dipilih karena telah lebih dari 10 tahun atlet tinju Kota Kediri tidak menggelar pertandingan tinju berskala nasional. Untuk itulah, pihaknya menggelar acara ini pertama kali di Kota Kediri pada Minggu (7/11) yang berlangsung di GOR Jayabaya.

Abu mengungkap pertandingan tinju yang menghadirkan petinju profesional Alexander Bajawa dan Michael Speed Sigarlaki ini diselenggarakan dalam rangka menekan dan mencegah peredaran rokok ilegal tanpa cukai.

"Ini cara baru, kali ini Pemerintah Kota Kediri bekerja sama dengan Bea Cukai Kediri bersosialisasi untuk menggempur rokok yang tidak bercukai, liquid vape yang tidak bercukai. Dengan acara ini kita sekaligus ingin atlet-atlet juga ada media untuk bertanding. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui," kata Abu dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11/2021).

Ia pun berharap melalui gelaran pertandingan tinju ini ke depannya akan lahir atlet-atlet tinju dari Kota Kediri.

"Mudah-mudahan kita sekaligus bisa menjaring atlet-atlet yang bisa membawa nama harum Indonesia, khususnya Kota Kediri," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abu juga mengucapkan terima kasih kepada asosiasi tinju Indonesia dan berharap ke depannya asosiasi tersebut bisa menyelenggarakan acara yang lebih besar, sehingga dapat mengenalkan tinju ke masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kediri, Sunaryo mengatakan pihaknya memiliki beragam media untuk sosialisasi, mulai dari media online hingga offline. Ia menambahkan, Bea Cukai Kediri turut melibatkan semua lini untuk menggempur rokok ilegal. Salah satunya seperti petugas pengumpul informasi yang beberapa waktu lalu telah terbentuk.

"Kolaborasi dengan Pemda dan semua stakeholder di sini juga bagus. Masyarakat paham, semua stakeholder juga peduli dan insyaallah rokok ilegal bisa ditekan dan terjaga terus," ujar Sunaryo.

Sebagai informasi, gelaran tinju ini berlangsung 8 ronde dan memperebutkan sabuk emas dari Bea Cukai Kediri. Pertandingan berlangsung seru dan sportif. Setelah hampir setengah jam adu ketangkasan, akhirnya Michael Speed Sigarlaki berhasil membawa pulang sabuk emas dari Bea Cukai Kediri.

Dalam acara ini, Kepala Bea Cukai Kediri juga memberikan buku hasil karyanya yang berjudul 'Dinamika Kebijakan Tarif Rokok'. Buku tersebut memuat sejarah panjang tentang kebijakan tarif disertai teori serta praktiknya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Asisten Administrasi Umum, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, dan Ketua KONI Kota Kediri. (PKP)

(ncm/ega)