Warga Kaki Gunung Ili Lewotolok Diminta Waspada Banjir Lahar Dingin

Antara - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 09:52 WIB
Gunung Api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik erupsi di Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (29/11). (ANTARA FOTO/Aken Udjan/KH.)
Foto: Gunung Api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik erupsi di Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (29/11). (ANTARA FOTO/Aken Udjan/KH.)
Lembata -

Curah hujan yang cukup tinggi terjadi di kawasan Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga yang tinggal di kaki gunung diminta untuk selalu waspada banjir lahar dingin.

"Masyarakat diimbau agar selalu mewaspadai ancaman aliran lahar dingin, apabila intensitas hujan tinggi di puncak," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok Stanis Ara Kian dilansir dari Antara, Jumat (12/11/2021).

Pos Pemantau Gunung Api Ili Lewotolok memantau cuaca buruk terjadi di kawasan puncak Gunung Ili Lewotolok dalam beberapa hari terakhir.

Selain potensi adanya banjir lahar dingin dari puncak gunung, warga di kaki gunung juga diminta untuk mengantisipasi potensi lainnya, seperti longsoran material lapuk yang bisa saja terjadi akibat hujan.

"Warga juga perlu hati-hati karena cuaca buruk bisa terjadi kapan pun," tambah dia.

Stanis juga melaporkan erupsi gunung Ili Lewotolok masih terus terjadi, namun tinggi letusannya mulai berkurang dan tidak terlalu membahayakan.

"Tinggi letusan antara 200-400 meter. Kalau meletus pada malam hari kita bisa melihat lava pijar," ujar dia.

Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata sempat mengalami erupsi dengan ketinggian 4.000 meter pada November 2020, yang membuat warga di sekitar gunung api tersebut mengungsi.

Erupsi gunung api itu mengakibatkan penutupan penerbangan dari Kota Kupang ke Flores Timur dan ke Lembata.

(nvl/idh)