Hakim yang Adili RJ Lino: Kami Jangan Digoyang, Takut Jatuh

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 18:46 WIB
Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa KPK. RJ Lino diyakini bersalah melakukan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemeliharaan 3 unit QCC di PT Pelindo II.
RJ Lino dalam sidang (Andika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Hakim ketua yang mengadili perkara Richard Joost Lini alias RJ Lino, Rosmina, dalam persidangan mengingatkan jaksa atau pengacara tidak mengganggu hakim ataupun panitera pengganti. Kenapa?

Hal itu disampaikan Rosmina saat sebelum menutup sidang RJ Lino di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (11/11/2021). Sebelum itu, jaksa KPK menyampaikan adanya dugaan penyelipan barang bukti oleh pengacara RJ Lino, baru setelah itu selesai hakim Rosmina memberi pesan ke semua pihak tidak bermain-main dengan hakim atau panitera.

"Kami perlu sampaikan, mohon kami dijaga, kami minta kami dijaga jangan ada upaya-upaya untuk mencoba-coba mendekati majelis atau panitera pengganti kami. Kami juga manusia kalau terus digoyang kami bisa marah atau jatuh. Maka saat ini kami bukan dalam perkara ini, dalam perkara lain kami digoyang tapi kami masih konsisten katakan tidak, kami takut jatuh aja," kata Rosmina.

Sekali lagi, Rosmina meminta semua pihak tidak 'bermain-main'. Rosmina menegaskan hakim akan memutus perkara sesuai dengan fakta.

"Untuk JPU (jaksa penuntut umun), PH (penasihat hukum), tolong kami dijaga kami takut jatuh, kami sampai saat ini masih kuat mengatakan tidak ya. Sampai saat ini kami masih kuat katakan tidak tapi kami takut jatuh, jadi baik hakim atau panitera pengganti jangan diganggu kami akan berupaya sesuai pikiran dan hati kami," tegas Rosmina.

Diketahui, sebelumnya setelah membacakan tuntutan, jaksa KPK menyebut ada dua bukti yang di persidangan tidak pernah ditunjukkan namun ketika jaksa memeriksa bukti atau insage bukti itu ada, padahal selama persidangan tidak ada bukti tersebut.

Dalam sidang ini, RJ Lino dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. RJ Lino diyakini jaksa bersalah melakukan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemeliharaan 3 unit quayside container crane (QCC) di PT Pelindo II.

Jaksa KPK menyatakan RJ Lino terbukti merugikan keuangan negara terkait dengan pengadaan QCC berikut pekerjaan jasa pemeliharaannya. Jaksa menilai RJ Lino menguntungkan pihak HDHM dalam proyek QCC Twin Lift Pelindo II.

Kerugian negara senilai USD 1,9 juta itu didapat dari kelebihan pembayaran PT Pelindo II ke HDHM. Pelindo II disebut jaksa membayar HDHM lebih dari harga wajar.

"Telah mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara cq PT Pelabuhan Indonesia II sebesar USD 1.997.740,23," ucap jaksa.

Simak video 'Hakim Cecar RJ Lino Soal Tanda Tangan Kontrak Pengadaan QCC':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/mae)