Ada Info Pengungsi Rohingya Masuk Perairan Aceh, Tim Gabungan Patroli Laut

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 15:58 WIB
Tim gabungan memeriksa kapal nelayan (Foto: Dok Humas Polres Aceh Timur)
Tim gabungan patroli di laut. (Dok. Humas Polres Aceh Timur)
Aceh Timur -

Tim gabungan Satpolairud Polres Aceh Timur dan TNI AL menggelar patroli di tengah laut untuk mengantisipasi masuknya imigran Rohingya. Patroli digelar setelah petugas mendapat laporan kedatangan 'manusia perahu' ke Aceh.

"Belum lama ini ada informasi bahwa pengungsi Rohingya akan masuk ke wilayah perairan Aceh Timur. Oleh karena itu, kami bersama Pos Pangkalan TNI AL meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar secara ilegal," kata Kasatpolairud Iptu Zainurrusydi kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Petugas gabungan bergerak ke Perairan Selat Malaka dari dermaga sandar Satpolairud pelabuhan PPI Kuala Idi. Dalam pelayaran, tim bertemu dengan KRI Sultan Taha Syaifudin yang tengah berpatroli.

Setelah berkoordinasi terkait informasi masuknya imigran Rohingya, tim gabungan kemudian memeriksa satu per satu kapal nelayan yang tengah melaut. Petugas memeriksa kelengkapan surat-menyurat kapal nelayan.

"Kita mengimbau para nakhoda kapal agar segera memberikan informasi ke Satpolairud Polres Aceh Timur ataupun ke Pos Lanal Idi jika menemukan kapal kapal nelayan dari luar yang mencurigakan," jelas Zainurrusydi.

Tim gabungan memeriksa kapal nelayan (Foto: Dok Humas Polres Aceh Timur)Tim gabungan memeriksa kapal nelayan. (Dok. Humas Polres Aceh Timur)

Dia mengatakan, dalam patroli, tidak ditemukan kapal nelayan asing yang membawa imigran Rohingya. Pihaknya bakal terus melakukan pemantauan untuk mencegah masuknya pendatang tersebut.

"Sampai saat ini belum ada kapal yang kami curigai membawa pengungsi Rohingya, namun demikian patroli akan terus kita tingkatkan. Selain mengantisipasi imigran ilegal, patroli ini juga bertujuan untuk mengantisipasi penyeludupan senjata, narkoba, serta perompakan di laut," ujarnya.

Selain di laut, tim gabungan berkoordinasi dengan perangkat desa di Aceh Timur. Masyarakat diminta melapor bila mengetahui kedatangan imigran Rohingya.

"Kira juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa di pesisir apabila ada tanda-tanda masuknya pengungsi Rohingya untuk sesegera mungkin menghubungi kita," tutur Zainurrusydi.

(agse/mae)