Utang Sudah Lunas tapi Terus Ditagih, Korban Pinjol Lapor Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 13:48 WIB
Pinjaman online abal-abal
Pinjaman online abal-abal (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Sudah banyak kantor pinjaman online (pinjol) ilegal yang ditindak polisi karena meresahkan masyarakat. Meski begitu, masih ada pinjol ilegal yang beroperasi dan merugikan masyarakat.

Hal ini dialami oleh perempuan berinisial M (33) di Jakarta Barat. Utangnya sudah lunas tetapi data pribadi tetap disebar dan diancam oleh perusahaan pinjol.

M pun melaporkan perusahaan pinjol itu ke Polres Metro Jakarta Barat. Laporan tersebut diterima polisi pada Rabu (10/11).

"Uang yang diterima oleh saya pada saat itu hanya Rp 2 juta dan saya merasa potongan yang dilakukan pinjol tersebut terlalu besar," kata M kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Menurut M, lima hari setelah dia meminjam uang via aplikasi pinjol tersebut, pihak pinjol mulai aktif melakukan penagihan. Awalnya, korban tidak menggubris.

Tagihan dari pihak pinjol datang terus-menerus hingga membuatnya tidak nyaman. Pihak korban pun kemudian membayar tagihan tersebut.

Korban Diteror dan Diancam

Namun, menurut korban, dalam melakukan penagihan, pihak pinjol melakukan serangkaian ancaman kepadanya sehingga membuatnya ketakutan.

"Ada ancaman juga 'Kamu hati-hati, saya tahu rumah kamu di mana', dia sampai segitunya," jelasnya.

Setelah melunasi tagihan tersebut, korban berpikir urusannya dengan aplikasi pinjol itu telah selesai. Namun, beberapa hari kemudian korban kembali diteror dan ditagih Rp 3 juta oleh aplikasi pinjol lainnya.

Korban yang merasa tidak pernah meminjam ke aplikasi itu mengabaikan pesan tersebut. Namun, ancaman dan penagihan dari pihak pinjol terus datang tiap hari.

"Karena merasa saya nggak minjam dan dapat ancaman fisik atau penyebaran data, akhirnya saya membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat," katanya.

Ia berharap aparat kepolisian segera menangkap pinjol yang sudah meresahkan dirinya dan masyarakat lain. Korban menilai modus yang dilakukan pelaku ini dinilai sudah sering dilakukan kepada orang lain.

"Saya nggak pernah minjam, tiba-tiba ada tagihan," tuturnya.

(mea/mea)