6 Fakta Istri Diselingkuhi hingga Disiram Air Panas Penyuluh Agama

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 05:30 WIB
one caucasian couple man and woman expressing domestic violence in studio silhouette   on white background
Ilustrasi KDRT (Foto: Dok. iStock)

Korban Tak Bisa Tidur Semalam

FH mengaku sangat menderita akibat luka bakar yang cukup parah karena disiram air panas oleh suaminya. Karena rasa sakitnya itu, dia sampai tak bisa tidur semalaman.

"Masih jaga ba nyeri ini (masih sakit nyeri), masih rasa setengah mati (tersiksa), masih nyeri. Semua satu badan sakit. Sedang mau tidur saja cuman sebelah kiri terus, nda boleh ba baring (tak bisa berbaring) ke kanan, hanya bisa kiri," kata dia.

FH menjelaskan, insiden tersebut hampir menimpa anak yang masih di bawah umur. Beruntung saat itu dia cepat mendorong anaknya ke depan sehingga tidak terkena siraman air panas itu. Setelah kejadian itu, FH langsung mengurung di dalam kamar sambil menghubungi orang tuanya.

FH menambahkan, dirinya hampir saja mengalami siraman air panas di bagian mata. Beruntung karena dia cepat menghindar.

"Hampir kena mata, untung saat itu saya tutup mata, kalau nd (tidak) kena mata. Kita pe harapan (harapan saya) hukum sesuai dengan apa yang dibuat," pungkasnya.

Pelaku Adalah Penyuluh Agama

Diketahui, AD merupakan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut). Dia tega menyiram istrinya dengan air mendidih pada Jumat (5/11) lalu di rumahnya di wilayah Kecamatan Nuangan, Boltim, karena kepergok selingkuh.

FH saat ini telah mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut.

"Saya bersyukur (didampingi DP3A), supaya ada yang tangani kasus ini. Syukurlah, hukum seberat- beratnya," tuturnya.

Pelaku Dipecat

Usai ketahuan selingkuh dan menyiram istrinya dengan air panas, seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS Kemenag Kabupaten Boltim, AD (39), dipecat.

"Baru saja kami kirim surat ke kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) untuk memberhentikan, walaupun belum terbukti di pengadilan. Cuman berita ini kan sudah viral," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Boltim, Ahmad Sholeh, kepada detikcom, Selasa (9/11).

Ahmad menjelaskan, keputusan pemberhentian sudah sesuai dengan mekanisme. Dia mengatakan pemecatan dilakukan karena AD sudah melanggar aturan.

"Keputusan Dirjen Bimas nomor 432/2016 petunjuk teknis pengangkatan non-PNS. Menurutnya, dasar itulah dijadikan sebagai dasar untuk memberhentikan," katanya.