Terungkap! Eks Anggota TNI Jadi Perantara Polisi Jual Sabu Sitaan di Sumut

Perdana Ramadhan - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 15:20 WIB
Siidang kasus polisi jual sabu hasil sitaan (Perdana-detikcom)
Sidang kasus polisi jual sabu hasil sitaan. (Perdana/detikcom)
Tanjungbalai -

Seorang mantan anggota TNI, Adi Ismanto, menjadi saksi pada sidang kasus anggota polisi menjual sabu hasil sitaan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut). Saat peristiwa itu terjadi, Adi masih menjadi prajurit aktif.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Selasa (9/11/2021). Hakim dan jaksa hadir secara langsung di ruang sidang. Sedangkan saksi Adi Ismanto hadir secara virtual dari Lembaga Pemasyarakatan Militer I Medan.

Adi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Agus Ramadhan Tanjung yang saat peristiwa terjadi merupakan personel Polairud Tanjungbalai dan Hendra, yang saat peristiwa terjadi merupakan honorer di Polairud. Keduanya mengikuti sidang secara virtual dari LP Labuhan Ruku.

Dalam sidang ini, terungkap Agus Ramadhan Tanjung memiliki hubungan ipar dengan Adi Ismanto. Agus meminta Adi mencari calon pembeli sabu. Adi kemudian mengenalkan Agus kepada Syawaluddin, yang merupakan seorang pengusaha properti di Kabupaten Batu Bara.

"Agus minta dicarikan pembeli, lalu saya kabari Syawal melalui telepon," kata Adi dalam persidangan.

Adi mengatakan penyerahan sabu kepada Syawaluddin dilakukan dua kali di dua tempat, di Batu Bara dan Tanjungbalai. Adi mengaku dirinya menyerahkan satu bungkus sabu dan Agus menyerahkan satu bungkus sabu ke Syawaluddin.

"Dua kali, saya serahkan satu bungkus, Agus serahkan satu bungkus," ujarnya.

Hakim kemudian bertanya berapa harga tiap bungkus sabu yang dijual tersebut. Menurut Adi, tiap bungkus sabu dijual senilai Rp 550 juta.

"Rp 550 juta," kata Adi.

Hakim Salomo Ginting kemudian bertanya ke Syawaluddin yang turut menjadi saksi, apakah dirinya pernah mempertanyakan asal sabu tersebut ke Agus dan Adi.

"Pada waktu pertama sekali transaksi dan dijumpakan apakah saudara ada mengingatkan kepada Agus dan Adi," tanya Salomo.

"Tidak ada majelis," kata Syawaluddin.

Usai sidang, JPU Rikardo Simanjuntak mengatakan Adi telah menjalani proses hukum di Pengadilan Militer. Adi divonis 6 tahun penjara dan dipecat dari dinas militer karena kasus ini.

"Adi Ismanto sudah tahap putusan 6 tahun," ujar dia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.