IDAI Sebut Efektivitas Vaksin pada Anak Lebih Tinggi Dibanding Dewasa

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 19:55 WIB
Vaksinasi Pfizer di Bekasi sudah dibuka di beberapa tempat. Vaksin itu pun dibuka untuk anak usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso meminta orang tua untuk tidak ragu dan khawatir memberikan vaksinasi pada anak-anaknya. Sebab menurut beberapa studi, efektivitas vaksin pada anak-anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

"Insyaallah vaksinasi COVID ini aman. Bahkan, di beberapa studi efek sampingnya jauh lebih ringan daripada pada orang dewasa pada anak-anak, dengan efektivitasnya juga lebih tinggi daripada orang dewasa," kata dr. Piprim dalam Talk show yang disiarkan YouTube BNPB, Senin (8/11/2021).

dr. Piprim melanjutkan pada uji klinis yang sudah dilakukan pada fase pertama dan kedua, efek samping yang terjadi biasanya memang efek lokal seperti agak demam, nyeri di daerah suntikan, dan hampir 90% tidak menimbulkan efek apapun.

Ia juga melihat beberapa anak masih terlihat ceria pascavaksinasi, sebab anak-anak mengetahui bahasa tubuhnya.

"Oleh karena itu, dibutuhkan juga observasi dari orang tua dengan mengusahakan anak untuk cukup istirahat dan tidak terlalu letih sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi," imbuh dr. Piprim.

dr. Piprim juga menyarankan usai mendapatkan vaksinasi orang tua dapat melakukan observasi dengan memantau suhu anak-anak dengan menggunakan termometer. Kalau suhunya berada di atas 38 derajat celcius, ada kemungkinan sedang terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Tetapi orang tua tidak perlu khawatir, selama anak itu masih ceria, masih mau makan minum, loncat-loncatan, sebenarnya dia masih oke-oke aja. Jadi nggak usah diperlakukan sebagai seorang anak yang bagaimana-bagaimana. Tapi bisa dianjurkan untuk tidak perlu aktif, dan diupayakan untuk tidur lebih banyak lagi," ujarnya.

"Kalau tidak terlalu perlu nggak usah diberikan obat penurun panas dulu, kecuali kalau memang anaknya nggak nyaman. Karena reaksi demam pascaimunisasi ini malah bagus menimbulkan respons imunnya," sambungnya.

Sebagai informasi, jadwal pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun belum ditentukan secara pasti. Namun, ditargetkan vaksinasi dilakukan pada awal tahun 2022.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan kerja sama dengan ITAGI untuk menyusun teknis pelaksanaan. Karena menurutnya, selain masih ada orang tua yang ragu, Kemenkes dan ITAGI masih harus menyiapkan dan melihat beberapa kondisi yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

"Ada beberapa kondisi yang harus kita lihat bersama, pertama bagaimana kita bisa memberikan vaksinasi sebaik mungkin, bagaimana menangani misalnya efek sampingnya karena biasanya anak umur segini (6-11 tahun) tidak tahu apakah dia sakit pusing demam. Dia cenderung akan masih lari-lari masih main-main, sehingga perlu orang tuanya yang bisa lebih aware dengan kondisi efek samping tersebut," imbuh dr. Nadia

(prf/ega)